Undokai Asahi 2019

IMG_20191012_072254.jpg

Hai Mina-san, hari yang cerah gini enaknya ngapain ya?

Tentu, melakukan kegiatan diluar ruangan adalah pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang dihari yang cerah dan terik ini.

Oleh karena itu, untuk pertama kalinya Divisi Sukizuki ASAHI mengadakan acara Asahi Undokai yang dilaksanakan pada hari sabtu, 12 oktober 2019 yang bertempat di lapangan B1. Undokai sendiri adalah acara atau festival olahraga di Jepang yang diselenggarakan setiap tahunya di sekolah. Undokai tidak hanya fokus pada olahraganya, tetapi acara ini juga melatih kerja sama tim dan kekompakan.

pbj-2.jpg

Acara Asahi Undokai dihadiri Sensei-gata dan peserta lomba dari PBJ angkatan 2017, 2018, dan 2019. Setiap angkatan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti perlombaan di acara Asahi Undokai. Ada lima jenis perlombaan yang diadakan dalam Asahi Undokai, ada mini soccer, bulu tangkis, voli, taifu, dan fashionista.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan sambutan-sambutan oleh Ririz-san sebagai ketua panitia Asahi Undokai 2019, Silvi-sensei sebagai Kaprodi PBJ, dan Rina-sensei sebagai Kajur BSA sekaligus pembukaan Asahi Undokai secara simbolis.

Lomba pertama ada Mini Soccer yang diadakan dalam 3 kali pertandingan dengan 2 babak, satu babaknya berkisar 10 menit. Pertandingan pertama, tim 2019 melawan tim 2018. Pertandingan berlangsung dengan seru karena kedua tim tampak sangat kuat dan berapi-api. Pertandingan pertama dimenangkan tim 2018 yang lanjut bertanding dengan tim 2017. Tidak disangka pada pertandingan ke-2, lagi-lagi tim 2018 menang dari tim 2017, dan untuk menentukan juara berikutnya diadakan pertandingan ke-3 antara tim 2017 melawan 2019, dengan hasil akhir juara pertama mini soccer adalah tim 2018, juara ke-2 tim 2017, dan juara ke-3 tim 2019.

Perlombaan berikutnya ada voly yang dilakukan dalam 3 kali pertandingan, dengan peserta 6 orang, 3 putra dan 3 putri. Pertandingan pertama tim 2018 vs 2019, dilanjutkan 2019 vs 2017, dan pertandingan terakhir antara 2019 vs 2018. Lomba voly dimenangkan oleh tim 2017, dengan juara ke-2 tim 2019, dan juara ke-3 tim 2018.

Lomba yang ke-3 ada Bulu Tangkis, dengan peserta ganda campuran, yang diadakan dalam 3 kali pertandingan. Dan perlombaan kali ini dimenangkan oleh tim 2019 sebagai juara pertama, kemudian 2017 sebagai juara ke-2, dan 2018 sebagai juara ke-3.

Ada yang beda nih dari lomba ke-4, nama perlombaannya sendiri adalah Taifu (台風) atau dalam bahasa Indonesia kita sebut topan. Kenapa disebut taifu? Karena dalam perlombaan ini peserta harus berputar-putar dan berlali dengan kencang menuju finis. Perlombaan ini satu tim berisi 6 orang peserta yang berdiri sejajar dan membawa tongkat panjang. Setelah itu setiap tim harus berlari sambil membawa tongkat, dan dibeberapa titik setiap tim harus berputar beriringan dengan tongkat ditangannya. Lucu ya? Ini memang terlihat mudah tetapi sebenarnya sangat sulit, apa lagi jika panjang langkah setiap pemain berbeda, dan tekanan pada tongkat dari peserta membuat tongkat seolah-olah berat dan memperlambat pergerakan dari setiap timnya saat berlari. Lomba kali ini dimenangkan oleh angkatan 2019 yang gesti, kemudian juara 2 diperoleh angkatan 2018, dan juara ke-3 angkatan 2017.

Lomba terakhir yang tidak kalah seru ada Fashionista melompat, lomba balap karung yang disulap menjadi game seru dan rempong ala-ala fasionista. Setiap tim berisi 4 orang yang sudah berada di pos masing-masing, setiap posnya ada berbagai macam barang rang harus dipakai dan disalurkan ke peserta berikutnya hingga finis, pada lomba ini yang tercepat yang akan menjadi juaranya. Fashionista melompat dimenangkan oleh angkatan 2018, juara ke-2 dari angkatan 2017, dan juara ke-3 dari angkatan 2019.

Seru bangetkan kegiatannya? Siapa bilang anak PBJ jago bahasa Jepang doang, ternyata jago olahraga juga loh~ Acara ini sekaligus mengeratkan hubungan antar angkatan, petrandingan bukan sekedar melawan tetapi menjalin hubungan, kekompakan, dan persahabatan.

ketua panitia

Sampai jumpa di acara-acara selanjutnya.

“MIMPI”

Bau kopi yang ada di tangannya kini bercampur dengan aroma solar yang menyeruak. Sebelah tangannya merogoh isi tas, mencari masker hitam pemberian sahabatnya. Setelah memakainya, dia berusaha memejamkan mata.

Suara klakson menjadi suara paling nyaring, tidak ada pembicaraan apapun yang terjadi di sini. Hanya sang sopir dan kondektur yang beberapa kali berteriak. Deru bus mengalun, mengiringi perjalanan kali ini. Kesunyian dan rasa mual menggiringnya untuk segera terlelap.

Dia berharap dengan tidur, dapat sedikit mengurangi rasa pusing dan mual yang menghampiri dirinya. Matanya terbuka lagi setiap kali suara klakson terdengar. Melirik ke kanannya, ada sebuah mobil besar berwarna ungu. Tampak berkilau. Dia sedikit menyesali kenapa tidak menaiki bus ber-ac itu. Alih-alih menghemat uang jajannya.

Tanjakan dan tikungan membuatnya melayang, syukurlah kali ini bus tidak banyak berhenti untuk menaik-turunkan penumpang.

Dia sudah terlelap.

Petikan suara gitar beriringan dengan laju bus yang lancar. Perlahan lagu itu terlantun, memecah keheningan. Dia berpura-pura acuh, tetap tidur. Namun setiap lagu selalu memecahkan konsentrasinya. Dia merogoh saku dan menemukan beberapa koin di sana.

Bus memasuki terminal, penumpang berganti tapi dia tetap diam dan terlelap. Sesaat kemudian, suara khas itu menggerayangi indera pendengarannya. Penjual asongan masuk lewat pintu depan dan belakang, menawarkan dagangan mereka ke penumpang yang setengah mengantuk. Termasuk ke gadis bermasker hitam yang tetap acuh.

Dia turun dari bus, dengan kepala nyut-nyutan sambil menenteng tas. Menatap bus itu beberapa saat, dia lalu pergi dan mengabaikan perasaan yang tidak karuan. Kosnya tidak begitu jauh dari pemberhentian bus, hanya melewati gang dan bangunan kosnya akan terlihat.

Lampunya padam, jendela tertutup, dan sandal hitam milik temannya tidak ada di tempat biasa. Dia merogoh kunci dan membuka pintu kamar. Langsung saja dia membuka jendela dan menyalakan kipas. Dia membaringkan tubuh di atas kasur, memejamkan mata dan menikmati angin dari kipas itu.

“Hei… hei. Aku tahu kau mendengarku. Jangan pura-pura tidur,” suara itu terlalu lembut, dan dia memilih mengabaikannya. Hingga—

 

BRAK

Suara ribut membangunkannya, keadaan sangat gelap karena malam baru saja tiba. Televisi di kamar tiba-tiba menyala, menayangkan saluran yang tidak begitu dia suka. Berita tentang kecelakaan.

“Hei, hei! Anna!” katanya lagi, lebih nyaring, “lihat, lihat. Bukanlah itu bus yang kau tumpangi tadi siang. Wah…!”

“Aku … tidak tahu.”

“Ya, kau lebih dari tau. Kau sudah mendapatkan sinyal, kan?”

“Aku tidak tahu!”

“Harusnya kau memberitahu semua orang dan menyelamatkan mereka dari-”

“Meski aku tahu, tidak ada yang bisa kulakukan. Berhentilah menggangguku.”

“Kau bisa saja mencegah semua itu …”

“Tidak ada hal yang bisa kulakukan!”

“Ini menyangkut keselamatan banyak orang. Tentang nyawa mereka. Dengar … dan lihat berapa nyawa yang sudah melayang saat-”

“Mimpi itu hanya bunga tidur. Itu hanyalah kebetulan. Aku tidak berhak ikut campur.”

Dia tersenyum miring.

“Hanya karena aku bisa melihat hal ghaib, bukannya aku bisa menyelamatkan mereka dari kecelakaan itu. Aku bukan Tuhan.”

“Kau memang bukan Tuhan. Tapi kau juga bukan orang biasa. Karena kau bisa mengobrol denganku…”

“…”

 

 

Cerita Pendek ini disusun oleh ALIENMARS

Silaturahmi Prodi PBJ Unnes 2019 “Langkah Pertama Menuju Masa Depan”

silapro 9

Hima Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang, ASAHI (Apresiasi Mahasiswa dalam Himpunan) baru saja menyelenggarakan salah satu program kerja tahuanannya yaitu silaturahmi prodi (Silapro), pada hari Sabtu, 7 September 2019, bertempat di Ruang Bundar, Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

Acara tahunan ini rutin diadakan guna menyambut mahasiswa baru Prodi PBJ Unnes 2019 oleh seluruh angkatan, serta untuk mempererat ikatan keluarga prodi PBJ Unnes, sekaligus sebagai ajang pengenalan akademik dan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan prodi PBJ Unnes. Silapro tahun 2019 ini bertemakan「未来への初めて の一歩」artinya “langkah pertama menuju masa depan”, yang berisikan harapan agar mahasiswa baru nantinya akan lebih mengenal apa yang menjadi impiannya dan mengetahui langkah yang perlu diambil untuk menggapai impian tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC pada pukul 08:40, dilanjutkan sabutan-sabutan yang diberikan oleh oleh Dewi-san sebagai ketua panitia silapro, Ival-san sebagai ketua asahi, Chevy-sensei sebagai pembina asahi, dan kemudian sambutan oleh Silvi-sensei sebagai kaprodi PBJ.

Ada juga penampilan tarian khas Jepang Tokyo Funka dari tim odori dari devisi Bunkashoukai yang menandakan segera dimulainya acara inti. Acara inti  pengenalan dosen PBJ, pengenalan Asahi, kemudian penyapaian materi yang diberikan oleh Lis-sensei, Aditya-senpai (PBJ’15) dan Rendi-senpai (PBJ’15) .

Odori Tokyou Funka

Lispridona Dinner, S.pd., M.pd. atau kerap disapa Lis-sensei yang saat ini sedang melanjutkan studi S-3 nya di Unnes, memberikan materi berkaitan dengan cara-cara, langkah-langkah, dan usaha-usaha menggapai impian kepada mahasiswa baru prodi PBJ 2019. Lis-sensei juga menjelaskan berbagai program beasiswa yang bisa diikuti mahasiswa prodi PBJ Unnes jika ingin belajar ke Jepang serta untuk motivasi mereka.

Lis Sensei

Pemateri lain yaitu Aditya-senpai dan Rendi-senpai juga memaparkan bahwa banyak sekali kesempatan untuk bisa belajar ke Jepang, baik dengan beasiswa penuh maupun subsidi. Seperti Aditya-senpai contohnya, Senpai menyapaikan bahwa beliau belajar di Jepang dengan menggunakan uang pribadi dengan mengikuti Program Join Degree yaitu program kerjasama antara pihak universitas dengan pemerintah Jepang, sehingga ada sejumlah bantuan subsidi dari universitas. Berdasarkan pengalaman Aditya-senpai waktu pelaksanaan program belajar bahasa jepang di Jepang tersebut adalah selama 11 bulan, terhitung sejak Oktober 2018 hingga Agustus 2019. Pembayaran biaya pendidikan selama disana dapat dibayarkan bertahap, jadi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut wajib membayar biaya pendidikan dan tempat tinggal selama 4 bulan pertama, untuk 4 bulan setelahnya bisa dibayarkan ketika sudah di Jepang. Pada masa belajar tersebut mahasiswa diizinkan untuk kerja paruh waktu maksimal 28 jam/minggu, syarat untuk bisa bekerja paruh waktu disana adalah memiliki nomor telepon (sim card) Jepang dan akun bank Jepang.

Adit Senpai

Selain itu ada cerita pengalaman dari Rendi-senpai yang adalah penerima beasiswa penuh dari Monbukagakushō Shōgakukin/文部科学省奨学金(MEXT), yaitu beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang. Beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup, tanpa ikatan dinas. Beasiswa Monbu memiliki dua jalur yaitu U-to-U (University Recommendation) dan G-to-G (Embassy Recommendation). Adapun program-program yang ditawarkan kepada siswa Indonesia adalah Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi, Undergraduate, College of Technology dan Professional Training College bagi lulusan SMA dan Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang serta Teacher Training bagi guru. Rendi-senpai sendiri berkuliah di Universitas Kanazawa yang berada di Prefektur Ishikawa, Jepang dengan program Japanese Studies.

Rendi Senpai

Selain membagikan pengalamannya dalam mengikuti program beasiswa ke Jepang mulai dari pendaftaran, seleksi, hal-hal yang harus dipersiapkan, dan hal-hal yang dilakukan, Senpai-tachi juga membagikan banyak pengalaman menarik lainnya ketika belajar di Jepang seperti ketika liburan, ketika mengikuti kegiatan kampus, ketika kerja paruh waktu, dan masih banyak lagi. Cerita pengalaman tersebut diharapkan bisa memotivasi mahasiswa yang tertarik belajar ke Jepang agar tetap semangat, pantang menyerah, dan menjadi semakin yakin akan impiannya.

Setelah pemateri selesai menyampaikan materi ada sesi tanya jawab sebentar, lalu ishoma. Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan tarian Kimi No Mani Mani dan diakhiri dengan penampilan Asahi Band yang menyanyikan lagu berjudul Pretender dari band asal Jepang bernama Dism dan Happy Birthday dari Back Number. Sekitar pukul 13:10, MC menutup acara pada siang hari itu, dilanjutkan dengan acara sesi foto bersama.

Minggu, 8 September 2019 oleh Zeny Nourma Octavia

 

Rakugo

Kejutan humor dari panggung kayu, Tradisi lisan yang mati suri

rokugo

Rakugo (落語) secara harafiah memiliki arti kata yang jatuh, merupakan sebuah bentuk tradisi lisan yang berasal dan berkembang di negara Jepang. Pembawa cerita rakugo (Rakugoka) duduk ditengah panggung dengan membawa kipas kertas serta sebuah kain sapu tangan sebagai properti dan membawakan cerita panjang yang biasanya berdurasi lebih dari satu jam. Dalam membawakan cerita, Rakugoka mengubah arah hadap, nada, dan intonasi suara sebagai penanda pergantian tokoh dalam cerita. Mereka tidak berpindah posisi, melainkan tetap duduk sambil memperagakan gerakan atau situasi tiap tokoh dengan kipas dan kain.

Sejarah rakugo sendiri dapat ditelusuri diawal abad ke 9, dimana pada awalnya rakugo merupakan sarana pendeta buddha untuk berdakwah. Saat itu, rakugo masih berupa kegiatan menceritakan sebuah narasi tanpa dialog dan penokohan. Baru 400 tahun setelahnya ditambahkan monolog dan juga beberapa gerakan yang menggambarkan keadaan tokoh. Diakhir monolog selalu diselingi dengan beberapa permainan kata atau plesetan. Itulah kenapa dinamakan kata yang jatuh.

Cerita yang dibawakan rakugoka biasanya merupakan cerita tentang kehidupan masyarakat sehari-hari, cerita komikal, cerita sedih, bahkan cerita mengerikan yang tentunya diselingi oleh humor. Terkadang kita juga bisa mendapati rakugoka menceritakan humor dewasa. Plesetan kata, ekpresi, serta intonasi dari rakugoka kerap kali mengundang gelak tawa dari para penonton yang kebanyakan berusia paruh baya.

Namun dibalik tawa penonton, rakugo kerap kali mengalami pasang surut. Ada kalanya teater penuh dengan penonton, tak jarang pula sepi hingga hanya memenuhi 1,2 baris kursi. Rakugo dianggap kurang menarik oleh kebanyakan kalangan muda. Pada masa perang dunia satu, periode antar perang, hingga akhir perang dunia dua. Dunia rakugo mengalami mati suri. Hal ini dikarenakan peraturan ketat yang diterapkan pemerintah jepang pada masa itu mengenai cerita rakugo. Ketatnya peraturan itu membuat beberapa rakugoka merasa tak bebas dalam menyampaikan cerita hingga puncaknya tak sedikit yang keluar dari dunia rakugo.

Bagi mereka yang bertahan, kehidupan terasa serba sulit. Mereka hidup dari uang honor hasil pentas di teater yang kadang tidak mencukupi untuk sandang dan pangan. Beberapa diantara mereka, ada yang diundang oleh pemerintah untuk berkeliling daerah jajahan untuk menghibur tentara yang ditempatkan disana. Walaupun dibayar tak sedikit, namun resiko terkena penyakit lokal cukup besar didaerah jajahan yang kumuh tersebut.

Sekarang, selain diperuntukan untuk hiburan lokal, Rakugo juga dipromosikan sebagai daya tarik wisata. Para rakugoka yang dulunya digaji honorer, dikontrak oleh perusahaan promotor hiburan dan pariwisata sehingga dapat meringankan beban hidup. Selain itu, sering pula diadakan perlombaan rakugo antar mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus. Tak hanya didalam negeri, rakugo juga menarik minat para pelajar luar negeri dari berbagai negara di amerika dan juga eropa. Mereka, selain membawakan rakugo dengan bahasa jepang, juga membawakannya dengan bahasa negaranya masing-masing sehingga mudah dipahami oleh pendengar.

Teman Dari Negeri Sakura

Pada tanggal 17 September 2018, prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES kedatangan tamu dari Jepang. Tamu kita kali ini adalah 3 orang mahasiswa dari Jepang yang akan menjadi pembicara dalam acara sharing – sharing dengan mahasiswa PBJ angkatan 2016 dan 2017. Mari kita berkenalan dengan mereka. WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.51

Yang pertama ada Ryotaro Hashizume dari Kansei Gakuin University

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.35

Lalu dilanjutkan oleh Mayuko Tsugaki dari Ryukoku University

whatsapp-image-2018-09-24-at-00-43-37.jpeg

Dan yang terakhir ada Nanami Hamada dari Ryukoku University

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.38

Kegiatan kita diawali dengan perkenalan dan dilanjutkan bermain game. Game pertama kita adalah tebak – tebakan seputar perkenalan tadi, mulai dari menebak tahun lahir, sampai tempat asal. Kegiatan ini sangat seru dan lucu karena senpai tachi yang menjawab asal tetapi dengan mimik muka yang sangat meyakinkan.

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.38(1)

Kegiatan kita tidak berhenti sampai disitu saja. Masih ada beberapa game yang kita lakukan, game selanjutnya adalah JAN KEN! Atau di Indonesia kita kenal dengan suit gunting batu kertas, dan yang kalah harus memegang pundak pemenang, dan berlanjut sampai menjadi kereta manusia.

 

Game selanjutnya lumayan sulit, kita harus bergandengan tangan dalam beberapa kelompok dan kita tidak boleh melepaskan tangan kita walau berubah posisi. Game yang satu ini sangat menguras tenaga dan pikiran, karena jika kita tidak memikirkan dengan benar sampai akhir game pasti ada kelompok yang posisinya aneh dan tangan yang satu dengan yang lain tersangkut dengan tangan teman yang lainnya sehingga tidak bisa bergerak kemana – mana.

 

Setelah game kita melanjutkan ke acara sharing – sharing dengan membagi kebeberapa kelompok. Dalam kegiatan ini kita membahas seperti budaya, kegiatan – kegiatan di Jepang yang tidak ada di Indonesia dan kesan saat sampai di Indonesia. Bahkan Mayuko-san bilang dia sampai terkejut saat melihat bertapa rapatnya kendaraan saat di jalan, tidak seperti di Jepang. Walaupun di Jepang banyak kendaraan, tapi tidak serapat di Indonesia, jarak antara kendaraan sangat dekat.

 

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.48(1)

grup sharing dengan Ryo-san, dapat gantungan kunci lucu juga loh!

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.48(2)

Grup Sharing dengan Nanami-san, kita diajari membuat origami bangau.

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.49

Grup sharing dengan Mayuko-san, say cheese (v^_^)v

Sampai jumpa lagi mina-san..

“Haiku” Menulis Dengan Syair

皆さん、お元気ですか ><

Mina-san, ada yang sudah tahu apa itu Haiku? Kalau belum, mari kita berkenalan dengan haiku ヽ(´▽`)/.

Haiku merupakan sebuah jenis tradisi lisan yang terdiri dari 17 suku kata yang dibagi dalam 3 baris dengan urutan 5-7-5 serta tidak memiliki rima. Haiku sendiri merupakan pengembangan dari Hokku yang telah ada dipertengahan abad ke 17.

Tokoh yang mengembangkan Haiku dari Hokku adalah Masaoka Shiki, seorang penulis dari daerah Matsuyama, Prefektur Ehime, Shikoku. Selain melepaskan haiku dari pengaruh budhist, beliau juga mereformasi aturan-aturan lama dalam menulis haiku.

Ciri khas dari Haiku sendiri adalah penggambaran deskriptif mengenai suatu kejadian atau peristiwa atau suatu keadaan secara objektif, dimana penulis tidak menunjukan emosi atas sebuah peristiwa melainkan membebaskan pembaca dalam menanggapi gambaran tersebut. Cukup sulit memang, karena penulis dituntut untuk menggunakan kosakata yang imajinatif. Namun pada dasarnya, dalam membuat haiku, penulis cukup menuliskan apa yang dia lihat dan mengekpresikannya dalam bentuk puitis. Inilah mengapa membuat haiku hampir sama dengan melukis sebuah pemandangan.

Haiku tidak hanya dikenal di Jepang, melainkan juga tersebar di daerah barat salah satunya di Amerika Serikat, dimana terdapat sebuah perkumpulan bernama Haiku Society of America yang bergerak dibidang perkembangan Haiku.

Haiku yang berkembang dibarat berbeda dengan haiku jepang. Perbedaan yang paling nampak adalah dalam penulisan. Dimana Haiku di jepang pada umumnya ditulis dalam satu baris, haiku barat menulisnya dalam 3 baris yang berpola 5-7-5. Hal ini tak lepas dari gerakan reformasi yang dipelopori oleh Shiki juga untuk memudahkan penulis dalam menentukan jumlah suku kata. Selain itu, ada juga beberapa penulis barat yang tidak mengikuti aturan suku kata namun masih menuliskannya dalam 3 baris.

Disini saya akan mencoba mendeskripsikan sebuah haiku berdasarkan apa yang dapat saya tangkap dari syair tersebut.

行春(ゆくはる)や 鳥啼(とりな)き魚(うを)の 目(め)は泪(なみだ)

Musim semi berlalu

Burung menangis dan ikan

Menitikan air mata

 

Dari Haiku ini, penulis menggambarkan sebuah momen perpisahan yang digambarkan dengan berlalunya musim semi. Lalu Burung dan Ikan sebagai penulis dan teman-temannya. Disitu pula terdapat kesedihan karena tidak dapat bertemu kembali (disini digambarkan sebagai perpisahan selamanya.)

Kalian juga bisa mendeskripsikannya berdasarkan sudut pandang kalian sendiri. Karena seperti yang telah dijelaskan, haiku merupakan gambaran peristiwa secara objektif.

Silaturahmi Prodi 2018, “Menggapai Mimpi Dengan Bahasa Jepang!”

皆さん、お久しぶりですね!。お元気ですか。

Processed with VSCO with c1 preset

Tema silapro tahun ini “Nihongo de yume o mezasu”

Jumat, 14 September 2018, bertepat di Ruang Bundar Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, telah dilaksanakan acara silaturahmi prodi atau yang biasa kita sebut silapro. Silapro adalah acara tahunan yang merupakan salah satu program kerja divisi Uchi to Soto ASAHI. Sama seperti tahun – tahun sebelumnya silapro bertujuan untuk mempererat ikatan keluarga prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes, agar antar angkatan dan sensei dapat saling mengenal dan menciptakan kerjasama yang baik. Tidak lupa acara ini dibuat sebagai sarana pengenalan akademik prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Jadi acara ini lebih mengarah kepada mahasiswa baru agar bisa lebih mengenal jurusan mereka dan tentunya mengenal Sensei, dan senpai yang akan sering ditemui baik dikelas maupun diacara – acara prodi lainnya.

Acara dimulai pukul 14:30 dengan diawali pembukaan oleh MC dan pembacaan susunan acara. Dilanjutkan sambutan oleh Tania-san sebagai ketua panitia, sambutan Habibi-san sebagai ketua ASAHI disertai penayangan video ASAHI, sambutan Chevi-sensei pembimbing ASAHI , sambutan Silvi-sensei sebagai kaprodi Pendidikan Bahasa Jepang, dan sambutan Rina-sensei sebagai Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing.

hakumei 2018

Penampilan odori hakumei dari angkatan 2017

Acara selanjutnya di isi penampilan odori dari angkatan 2017 dengan tarian hakumei. Setelah penampilan odori kita masuk ke perkenalan IMAJI (Ikatan Mahasiswa Bahasa & Sastra Jepang se Indonesia), pada sesi ini dijelaskan apa itu imaji, seperti apa kegiatanya, susunan keanggotaannya, dan cerita pengalaman kegiatan di Imaji yang benar – benar menarik.

Processed with VSCO with  preset

Pengenalan Imaji oleh Saudara Rival selaku Koordinator regional Imaji Jawa Tengah

Masuk ke acara inti, kita kedatangan tiga orang pemateri yang luarbiasa. Ke tiga orang pemateri ini memberi kita memotivasi bahwa banyak cara untuk bisa ke Jepang, dan yang dibahas kali ini adalah dengan jalur beasiswa beasiswa. Siapa saja mereka? Pemateri kita yang pertama ada Jundi Nidaaul Fath atau yang akrab disapa Jundi-san. Jundi-san membagikan pengalamanya saat mengikuti program South Asian Teachers, lalu belanjut ke Pemateri berikutnya adalah Rahma Yuniar Andiantinputri. Rahma-san mengikuti program Nihongo Nipponbunka Kenshuu di Kanazawa University selama satu tahun, dan baru kembali ke Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2018. Dan Pembicara kita yang ke-3 adalah Lisda Nurjaleka S.S., M.Pd. M.A. atau yang sering kita sapa Lisda – sensei. Lisda – sensei juga baru saja kembali dari Jepang, bahkan saat masih di jepang Lisda-sensei dan Rahma-senpai sempat bertemu loh minna-san. Lisda sensei menjelaskan program beasiswa apa saja yang bisa kita ikuti jika ingin ke Jepang dengan jalur beasiswa.

Masing – masing pemateri membagikan pengalamannya dalam mengikuti program beasiswa di Jepang. Mulai dari bagaimana saat mengikuti seleksi, apa saja yang harus dipersiapkan, kegiatan apa saja yang dilakukan di Jepang, penelitian apa yang dilakukan disana, sampai pengalaman seru lainya. Berbagai foto dan video yang memperlihatkan suasana saat di Jepang banyak ditampilkan, dan pengalaman – pengalaman seru yang mungkin hanya bisa kita rasakan saat berkunjung ke negeri sakura bisa kita lihat dari video yang ditayangkan. Bermacam – macam video, foto, dan cerita pengalaman tadi diharap bisa memotivasi minna san agar terus semangat dan tidak pantang menyerah memiliki impian sampai ke Jepang.

Setelah pembicara selesai menyampaikan materi, disusul dengan sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan penampilan ASAHI BAND.

Sekitar pukul lima sore, MC menutup acara dengan kegiatan sesi foto bersama.

じゃ、みんあ、ありがとおうございます。><

Kongres Asahi 2018 ADART dan Sertijab

 

IMG_20180408_084545.jpg

Minggu (8/4) 2018, ASAHI mengadakan Kongres ADART LPJ dan Sertijab di gedung B4 340B Bahasa dan Sastra Asing. Acara ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing (Dra. Rina Supriatnaningsih, M.Pd), Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (Silvia Nurhayati, S.Pd. M.Pd,)  Pendamping ASAHI 2017 (Dwi Puji Asrini, M.Pd), Pendamping ASAHI 2018 (Heni Hernawati, s.s.,M.A.), dan beberapa tamu undangan.

Acara ini dibuka dengan pembacaan tilawah alqur’an, menyanyikan lagu Indonesia raya dan sambutan-sambutan, setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian LPJ oleh ketua dari setiap divisi ASAHI 2017. Diawali divisi Pengurus Harian, lalu dilanjutkan divisi Kyouiku, divisi Uchi to Shoto, divisi Suki Zuki, divisi Bunka Shoukai, dan laporan ditutup oleh divisi Jieibu. Masing – masing divisi mempresentasihan program kerja yang telah dilaksanakan ditahun 2017, beserta kekurangan, dan cara mengatasinya. Kegiatan tadi dilaksanakan agar menjadi bahan evaluasi dan gambaran untuk pengurus berikutnya agar ASAHI dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih matang.

Acara dilanjutkan dengan agenda serah terima jabatan dari ASAHI 2017 kepada ASAHI 2018, yang dilaksanakan oleh Ketua ASAHI 2017 beserta ketua dari masing – masing divisi ASAHI 2017 kepada Ketua ASAHI 2018 beserta Ketua dari masing – masing divisi ASAHi 2018, disaksikan oleh seluruh anggota ASAHI 2017 dan 2018, Senpai 2014 dan para tamu undangan yang telah hadir.

IMG_20180408_125343.jpg

Setelah kegiatan sertijab selesai dilanjutkan dengan pembukaan kongres. Kongres diadakan dalam 3 sesi. Acara berlangsung dengan cukup banyak pendapat dan masukan dari masing – masing anggota. Menariknya ditengah – tengah acara terjadi keadaan mati listrik yang sungguh diluar dugaan. Tetapi walau sempat terhalang, acara tetap berlangsung dan kongres dapat diselesaikan dengan tersusunya pasal – pasal yang telah disetujui oleh seluruh anggota.

 

Sejarah Kana dan Kanji dalam Bahasa Jepang

Bahasa jepang memiliki tiga jenis huruf :

  1. Hiragana adalah huruf yang biasa dipakai dalam penulisan berbahasa jepang. Jumlahnya ada 46 huruf dari あ sampaiん. Tidak ada huruf mati kecuali ん. Pada zaman dahulu hiragana dikenal dengan sebutan onna de atau ‘tulisan wanita’. Awal mulanya tulisan ini adalah dari pengembangan man’yougana, yaitu penulisan kuno karakter Cina. Nama mann’yougana sendiri diambil dari man’youshuu, sebuah antologi puisi jepang pada zaman Nara yang ditulis dalam manyougana.

Hiragana mulai digunakan pada pertengahan abad ke-7 dan menurut sejarah hiragana mulai digunakan luas pada abad ke-10.

Dibawah ini merupakan tabel pengembangan Hiragana manyougana. Bagian atas karakter kanji pada umumnya, bagian merah menunjukkan manyougana yang ditulis pada naskah kuno,sedang bagian bawah adalah penyetaraan ke hiragana.

hiragana.png

  1. Katakana adalah penulisan huruf jepang yang digunakan untuk menulis: kata-kata serapan dalam bahasa jepang, negara asing, nama binatang, nama orang asing, nama tumbuhan dan kota-kota di luar negeri. Tulisan ini pertama kali ditulis oleh laki-laki sehingga tampak kaku.

Dalam ilmu fonologi, Katakana biasa digunakan untuk penulisan lambang bunyi atau pengucapan. Juga digunakan untuk menulis bahasa rahasia (ingo) dan bahasa slang (zokugo) dan sering digunakan pada surat-surat atau buku-buku yang berhubungan dengan perusahaan/perkantoran.

Sama halnya dengan hiragana katakana merupakan pengembangan dari manyougana. Dan ini adalah perubahanya :

katakana.png

  1. Kanji adalah salah satu jenis huruf yang digunakan dalam bahasa jepang yang mempunyai ciri khusus yaitu dari segi cara baca dan penulisanya. Ini merupakan huruf yang tersulit dan sangat penting dalam penulisan bahasa jepang. Namun dengan adanya kanji sangat membantu dalam memahami arti suku kata, karena seperti yang kita tahu bahasa jepang sangat kaya akan suku kata yang memiliki ucapan yang sama. Takebe (1982) menyebut huruf kanji termasuk Hyoo i moji (表意文字), karena setiap huruf menyatakan arti. Bagi orang Jepang sendiri, apabila ia melihat kanji sepintas lalu meskipun ia belum mengetahui arti sebenarnya dan cara bacanya dari kanji yang ia lihat, tetapi secara sepintas ia dapat dengan mudah memahami arti kata yang dimaksud. Lebih lanjut Takebe menekankan bahwa dalam penggunaan kanji, kita tidak dapat sembarangan tetapi harus mengutamakan pada arti masing-masing kanji, karena hal tersebut sangat menentukan arti kanji yang dimaksud.

Menurut sejarah kanji merupakan huruf yang berasal dari cina yang masuk ke jepang sekitar abad 4 sampai 5 dengan jumlah 500.000 huruf. Pada masa itu Cina berada dalam kekuasaan Dinasti Kan. Maka dari itu dinamakan “kanji”, yang artinya huruf negeri Kan.

 

Daftar pustaka :

http://nigakkai.blogspot.co.id/2010/10/asal-usul-kana.html

http://himasasjep.ub.ac.id/sejarah-hiragana-dan-katakana/

https://bakadangergakuen.wordpress.com/2015/03/20/asal-usul-kanji-di-jepang/