Rakugo

Kejutan humor dari panggung kayu, Tradisi lisan yang mati suri

rokugo

Rakugo (落語) secara harafiah memiliki arti kata yang jatuh, merupakan sebuah bentuk tradisi lisan yang berasal dan berkembang di negara Jepang. Pembawa cerita rakugo (Rakugoka) duduk ditengah panggung dengan membawa kipas kertas serta sebuah kain sapu tangan sebagai properti dan membawakan cerita panjang yang biasanya berdurasi lebih dari satu jam. Dalam membawakan cerita, Rakugoka mengubah arah hadap, nada, dan intonasi suara sebagai penanda pergantian tokoh dalam cerita. Mereka tidak berpindah posisi, melainkan tetap duduk sambil memperagakan gerakan atau situasi tiap tokoh dengan kipas dan kain.

Sejarah rakugo sendiri dapat ditelusuri diawal abad ke 9, dimana pada awalnya rakugo merupakan sarana pendeta buddha untuk berdakwah. Saat itu, rakugo masih berupa kegiatan menceritakan sebuah narasi tanpa dialog dan penokohan. Baru 400 tahun setelahnya ditambahkan monolog dan juga beberapa gerakan yang menggambarkan keadaan tokoh. Diakhir monolog selalu diselingi dengan beberapa permainan kata atau plesetan. Itulah kenapa dinamakan kata yang jatuh.

Cerita yang dibawakan rakugoka biasanya merupakan cerita tentang kehidupan masyarakat sehari-hari, cerita komikal, cerita sedih, bahkan cerita mengerikan yang tentunya diselingi oleh humor. Terkadang kita juga bisa mendapati rakugoka menceritakan humor dewasa. Plesetan kata, ekpresi, serta intonasi dari rakugoka kerap kali mengundang gelak tawa dari para penonton yang kebanyakan berusia paruh baya.

Namun dibalik tawa penonton, rakugo kerap kali mengalami pasang surut. Ada kalanya teater penuh dengan penonton, tak jarang pula sepi hingga hanya memenuhi 1,2 baris kursi. Rakugo dianggap kurang menarik oleh kebanyakan kalangan muda. Pada masa perang dunia satu, periode antar perang, hingga akhir perang dunia dua. Dunia rakugo mengalami mati suri. Hal ini dikarenakan peraturan ketat yang diterapkan pemerintah jepang pada masa itu mengenai cerita rakugo. Ketatnya peraturan itu membuat beberapa rakugoka merasa tak bebas dalam menyampaikan cerita hingga puncaknya tak sedikit yang keluar dari dunia rakugo.

Bagi mereka yang bertahan, kehidupan terasa serba sulit. Mereka hidup dari uang honor hasil pentas di teater yang kadang tidak mencukupi untuk sandang dan pangan. Beberapa diantara mereka, ada yang diundang oleh pemerintah untuk berkeliling daerah jajahan untuk menghibur tentara yang ditempatkan disana. Walaupun dibayar tak sedikit, namun resiko terkena penyakit lokal cukup besar didaerah jajahan yang kumuh tersebut.

Sekarang, selain diperuntukan untuk hiburan lokal, Rakugo juga dipromosikan sebagai daya tarik wisata. Para rakugoka yang dulunya digaji honorer, dikontrak oleh perusahaan promotor hiburan dan pariwisata sehingga dapat meringankan beban hidup. Selain itu, sering pula diadakan perlombaan rakugo antar mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus. Tak hanya didalam negeri, rakugo juga menarik minat para pelajar luar negeri dari berbagai negara di amerika dan juga eropa. Mereka, selain membawakan rakugo dengan bahasa jepang, juga membawakannya dengan bahasa negaranya masing-masing sehingga mudah dipahami oleh pendengar.

Iklan

Teman Dari Negeri Sakura

Pada tanggal 17 September 2018, prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES kedatangan tamu dari Jepang. Tamu kita kali ini adalah 3 orang mahasiswa dari Jepang yang akan menjadi pembicara dalam acara sharing – sharing dengan mahasiswa PBJ angkatan 2016 dan 2017. Mari kita berkenalan dengan mereka. WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.51

Yang pertama ada Ryotaro Hashizume dari Kansei Gakuin University

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.35

Lalu dilanjutkan oleh Mayuko Tsugaki dari Ryukoku University

whatsapp-image-2018-09-24-at-00-43-37.jpeg

Dan yang terakhir ada Nanami Hamada dari Ryukoku University

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.38

Kegiatan kita diawali dengan perkenalan dan dilanjutkan bermain game. Game pertama kita adalah tebak – tebakan seputar perkenalan tadi, mulai dari menebak tahun lahir, sampai tempat asal. Kegiatan ini sangat seru dan lucu karena senpai tachi yang menjawab asal tetapi dengan mimik muka yang sangat meyakinkan.

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.38(1)

Kegiatan kita tidak berhenti sampai disitu saja. Masih ada beberapa game yang kita lakukan, game selanjutnya adalah JAN KEN! Atau di Indonesia kita kenal dengan suit gunting batu kertas, dan yang kalah harus memegang pundak pemenang, dan berlanjut sampai menjadi kereta manusia.

 

Game selanjutnya lumayan sulit, kita harus bergandengan tangan dalam beberapa kelompok dan kita tidak boleh melepaskan tangan kita walau berubah posisi. Game yang satu ini sangat menguras tenaga dan pikiran, karena jika kita tidak memikirkan dengan benar sampai akhir game pasti ada kelompok yang posisinya aneh dan tangan yang satu dengan yang lain tersangkut dengan tangan teman yang lainnya sehingga tidak bisa bergerak kemana – mana.

 

Setelah game kita melanjutkan ke acara sharing – sharing dengan membagi kebeberapa kelompok. Dalam kegiatan ini kita membahas seperti budaya, kegiatan – kegiatan di Jepang yang tidak ada di Indonesia dan kesan saat sampai di Indonesia. Bahkan Mayuko-san bilang dia sampai terkejut saat melihat bertapa rapatnya kendaraan saat di jalan, tidak seperti di Jepang. Walaupun di Jepang banyak kendaraan, tapi tidak serapat di Indonesia, jarak antara kendaraan sangat dekat.

 

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.48(1)

grup sharing dengan Ryo-san, dapat gantungan kunci lucu juga loh!

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.48(2)

Grup Sharing dengan Nanami-san, kita diajari membuat origami bangau.

WhatsApp Image 2018-09-24 at 00.43.49

Grup sharing dengan Mayuko-san, say cheese (v^_^)v

Sampai jumpa lagi mina-san..

“Haiku” Menulis Dengan Syair

皆さん、お元気ですか ><

Mina-san, ada yang sudah tahu apa itu Haiku? Kalau belum, mari kita berkenalan dengan haiku ヽ(´▽`)/.

Haiku merupakan sebuah jenis tradisi lisan yang terdiri dari 17 suku kata yang dibagi dalam 3 baris dengan urutan 5-7-5 serta tidak memiliki rima. Haiku sendiri merupakan pengembangan dari Hokku yang telah ada dipertengahan abad ke 17.

Tokoh yang mengembangkan Haiku dari Hokku adalah Masaoka Shiki, seorang penulis dari daerah Matsuyama, Prefektur Ehime, Shikoku. Selain melepaskan haiku dari pengaruh budhist, beliau juga mereformasi aturan-aturan lama dalam menulis haiku.

Ciri khas dari Haiku sendiri adalah penggambaran deskriptif mengenai suatu kejadian atau peristiwa atau suatu keadaan secara objektif, dimana penulis tidak menunjukan emosi atas sebuah peristiwa melainkan membebaskan pembaca dalam menanggapi gambaran tersebut. Cukup sulit memang, karena penulis dituntut untuk menggunakan kosakata yang imajinatif. Namun pada dasarnya, dalam membuat haiku, penulis cukup menuliskan apa yang dia lihat dan mengekpresikannya dalam bentuk puitis. Inilah mengapa membuat haiku hampir sama dengan melukis sebuah pemandangan.

Haiku tidak hanya dikenal di Jepang, melainkan juga tersebar di daerah barat salah satunya di Amerika Serikat, dimana terdapat sebuah perkumpulan bernama Haiku Society of America yang bergerak dibidang perkembangan Haiku.

Haiku yang berkembang dibarat berbeda dengan haiku jepang. Perbedaan yang paling nampak adalah dalam penulisan. Dimana Haiku di jepang pada umumnya ditulis dalam satu baris, haiku barat menulisnya dalam 3 baris yang berpola 5-7-5. Hal ini tak lepas dari gerakan reformasi yang dipelopori oleh Shiki juga untuk memudahkan penulis dalam menentukan jumlah suku kata. Selain itu, ada juga beberapa penulis barat yang tidak mengikuti aturan suku kata namun masih menuliskannya dalam 3 baris.

Disini saya akan mencoba mendeskripsikan sebuah haiku berdasarkan apa yang dapat saya tangkap dari syair tersebut.

行春(ゆくはる)や 鳥啼(とりな)き魚(うを)の 目(め)は泪(なみだ)

Musim semi berlalu

Burung menangis dan ikan

Menitikan air mata

 

Dari Haiku ini, penulis menggambarkan sebuah momen perpisahan yang digambarkan dengan berlalunya musim semi. Lalu Burung dan Ikan sebagai penulis dan teman-temannya. Disitu pula terdapat kesedihan karena tidak dapat bertemu kembali (disini digambarkan sebagai perpisahan selamanya.)

Kalian juga bisa mendeskripsikannya berdasarkan sudut pandang kalian sendiri. Karena seperti yang telah dijelaskan, haiku merupakan gambaran peristiwa secara objektif.

Silaturahmi Prodi 2018, “Menggapai Mimpi Dengan Bahasa Jepang!”

皆さん、お久しぶりですね!。お元気ですか。

Processed with VSCO with c1 preset

Tema silapro tahun ini “Nihongo de yume o mezasu”

Jumat, 14 September 2018, bertepat di Ruang Bundar Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, telah dilaksanakan acara silaturahmi prodi atau yang biasa kita sebut silapro. Silapro adalah acara tahunan yang merupakan salah satu program kerja divisi Uchi to Soto ASAHI. Sama seperti tahun – tahun sebelumnya silapro bertujuan untuk mempererat ikatan keluarga prodi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes, agar antar angkatan dan sensei dapat saling mengenal dan menciptakan kerjasama yang baik. Tidak lupa acara ini dibuat sebagai sarana pengenalan akademik prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Jadi acara ini lebih mengarah kepada mahasiswa baru agar bisa lebih mengenal jurusan mereka dan tentunya mengenal Sensei, dan senpai yang akan sering ditemui baik dikelas maupun diacara – acara prodi lainnya.

Acara dimulai pukul 14:30 dengan diawali pembukaan oleh MC dan pembacaan susunan acara. Dilanjutkan sambutan oleh Tania-san sebagai ketua panitia, sambutan Habibi-san sebagai ketua ASAHI disertai penayangan video ASAHI, sambutan Chevi-sensei pembimbing ASAHI , sambutan Silvi-sensei sebagai kaprodi Pendidikan Bahasa Jepang, dan sambutan Rina-sensei sebagai Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing.

hakumei 2018

Penampilan odori hakumei dari angkatan 2017

Acara selanjutnya di isi penampilan odori dari angkatan 2017 dengan tarian hakumei. Setelah penampilan odori kita masuk ke perkenalan IMAJI (Ikatan Mahasiswa Bahasa & Sastra Jepang se Indonesia), pada sesi ini dijelaskan apa itu imaji, seperti apa kegiatanya, susunan keanggotaannya, dan cerita pengalaman kegiatan di Imaji yang benar – benar menarik.

Processed with VSCO with  preset

Pengenalan Imaji oleh Saudara Rival selaku Koordinator regional Imaji Jawa Tengah

Masuk ke acara inti, kita kedatangan tiga orang pemateri yang luarbiasa. Ke tiga orang pemateri ini memberi kita memotivasi bahwa banyak cara untuk bisa ke Jepang, dan yang dibahas kali ini adalah dengan jalur beasiswa beasiswa. Siapa saja mereka? Pemateri kita yang pertama ada Jundi Nidaaul Fath atau yang akrab disapa Jundi-san. Jundi-san membagikan pengalamanya saat mengikuti program South Asian Teachers, lalu belanjut ke Pemateri berikutnya adalah Rahma Yuniar Andiantinputri. Rahma-san mengikuti program Nihongo Nipponbunka Kenshuu di Kanazawa University selama satu tahun, dan baru kembali ke Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2018. Dan Pembicara kita yang ke-3 adalah Lisda Nurjaleka S.S., M.Pd. M.A. atau yang sering kita sapa Lisda – sensei. Lisda – sensei juga baru saja kembali dari Jepang, bahkan saat masih di jepang Lisda-sensei dan Rahma-senpai sempat bertemu loh minna-san. Lisda sensei menjelaskan program beasiswa apa saja yang bisa kita ikuti jika ingin ke Jepang dengan jalur beasiswa.

Masing – masing pemateri membagikan pengalamannya dalam mengikuti program beasiswa di Jepang. Mulai dari bagaimana saat mengikuti seleksi, apa saja yang harus dipersiapkan, kegiatan apa saja yang dilakukan di Jepang, penelitian apa yang dilakukan disana, sampai pengalaman seru lainya. Berbagai foto dan video yang memperlihatkan suasana saat di Jepang banyak ditampilkan, dan pengalaman – pengalaman seru yang mungkin hanya bisa kita rasakan saat berkunjung ke negeri sakura bisa kita lihat dari video yang ditayangkan. Bermacam – macam video, foto, dan cerita pengalaman tadi diharap bisa memotivasi minna san agar terus semangat dan tidak pantang menyerah memiliki impian sampai ke Jepang.

Setelah pembicara selesai menyampaikan materi, disusul dengan sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan penampilan ASAHI BAND.

Sekitar pukul lima sore, MC menutup acara dengan kegiatan sesi foto bersama.

じゃ、みんあ、ありがとおうございます。><

Kongres Asahi 2018 ADART dan Sertijab

 

IMG_20180408_084545.jpg

Minggu (8/4) 2018, ASAHI mengadakan Kongres ADART LPJ dan Sertijab di gedung B4 340B Bahasa dan Sastra Asing. Acara ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing (Dra. Rina Supriatnaningsih, M.Pd), Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (Silvia Nurhayati, S.Pd. M.Pd,)  Pendamping ASAHI 2017 (Dwi Puji Asrini, M.Pd), Pendamping ASAHI 2018 (Heni Hernawati, s.s.,M.A.), dan beberapa tamu undangan.

Acara ini dibuka dengan pembacaan tilawah alqur’an, menyanyikan lagu Indonesia raya dan sambutan-sambutan, setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian LPJ oleh ketua dari setiap divisi ASAHI 2017. Diawali divisi Pengurus Harian, lalu dilanjutkan divisi Kyouiku, divisi Uchi to Shoto, divisi Suki Zuki, divisi Bunka Shoukai, dan laporan ditutup oleh divisi Jieibu. Masing – masing divisi mempresentasihan program kerja yang telah dilaksanakan ditahun 2017, beserta kekurangan, dan cara mengatasinya. Kegiatan tadi dilaksanakan agar menjadi bahan evaluasi dan gambaran untuk pengurus berikutnya agar ASAHI dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih matang.

Acara dilanjutkan dengan agenda serah terima jabatan dari ASAHI 2017 kepada ASAHI 2018, yang dilaksanakan oleh Ketua ASAHI 2017 beserta ketua dari masing – masing divisi ASAHI 2017 kepada Ketua ASAHI 2018 beserta Ketua dari masing – masing divisi ASAHi 2018, disaksikan oleh seluruh anggota ASAHI 2017 dan 2018, Senpai 2014 dan para tamu undangan yang telah hadir.

IMG_20180408_125343.jpg

Setelah kegiatan sertijab selesai dilanjutkan dengan pembukaan kongres. Kongres diadakan dalam 3 sesi. Acara berlangsung dengan cukup banyak pendapat dan masukan dari masing – masing anggota. Menariknya ditengah – tengah acara terjadi keadaan mati listrik yang sungguh diluar dugaan. Tetapi walau sempat terhalang, acara tetap berlangsung dan kongres dapat diselesaikan dengan tersusunya pasal – pasal yang telah disetujui oleh seluruh anggota.

 

Sejarah Kana dan Kanji dalam Bahasa Jepang

Bahasa jepang memiliki tiga jenis huruf :

  1. Hiragana adalah huruf yang biasa dipakai dalam penulisan berbahasa jepang. Jumlahnya ada 46 huruf dari あ sampaiん. Tidak ada huruf mati kecuali ん. Pada zaman dahulu hiragana dikenal dengan sebutan onna de atau ‘tulisan wanita’. Awal mulanya tulisan ini adalah dari pengembangan man’yougana, yaitu penulisan kuno karakter Cina. Nama mann’yougana sendiri diambil dari man’youshuu, sebuah antologi puisi jepang pada zaman Nara yang ditulis dalam manyougana.

Hiragana mulai digunakan pada pertengahan abad ke-7 dan menurut sejarah hiragana mulai digunakan luas pada abad ke-10.

Dibawah ini merupakan tabel pengembangan Hiragana manyougana. Bagian atas karakter kanji pada umumnya, bagian merah menunjukkan manyougana yang ditulis pada naskah kuno,sedang bagian bawah adalah penyetaraan ke hiragana.

hiragana.png

  1. Katakana adalah penulisan huruf jepang yang digunakan untuk menulis: kata-kata serapan dalam bahasa jepang, negara asing, nama binatang, nama orang asing, nama tumbuhan dan kota-kota di luar negeri. Tulisan ini pertama kali ditulis oleh laki-laki sehingga tampak kaku.

Dalam ilmu fonologi, Katakana biasa digunakan untuk penulisan lambang bunyi atau pengucapan. Juga digunakan untuk menulis bahasa rahasia (ingo) dan bahasa slang (zokugo) dan sering digunakan pada surat-surat atau buku-buku yang berhubungan dengan perusahaan/perkantoran.

Sama halnya dengan hiragana katakana merupakan pengembangan dari manyougana. Dan ini adalah perubahanya :

katakana.png

  1. Kanji adalah salah satu jenis huruf yang digunakan dalam bahasa jepang yang mempunyai ciri khusus yaitu dari segi cara baca dan penulisanya. Ini merupakan huruf yang tersulit dan sangat penting dalam penulisan bahasa jepang. Namun dengan adanya kanji sangat membantu dalam memahami arti suku kata, karena seperti yang kita tahu bahasa jepang sangat kaya akan suku kata yang memiliki ucapan yang sama. Takebe (1982) menyebut huruf kanji termasuk Hyoo i moji (表意文字), karena setiap huruf menyatakan arti. Bagi orang Jepang sendiri, apabila ia melihat kanji sepintas lalu meskipun ia belum mengetahui arti sebenarnya dan cara bacanya dari kanji yang ia lihat, tetapi secara sepintas ia dapat dengan mudah memahami arti kata yang dimaksud. Lebih lanjut Takebe menekankan bahwa dalam penggunaan kanji, kita tidak dapat sembarangan tetapi harus mengutamakan pada arti masing-masing kanji, karena hal tersebut sangat menentukan arti kanji yang dimaksud.

Menurut sejarah kanji merupakan huruf yang berasal dari cina yang masuk ke jepang sekitar abad 4 sampai 5 dengan jumlah 500.000 huruf. Pada masa itu Cina berada dalam kekuasaan Dinasti Kan. Maka dari itu dinamakan “kanji”, yang artinya huruf negeri Kan.

 

Daftar pustaka :

http://nigakkai.blogspot.co.id/2010/10/asal-usul-kana.html

http://himasasjep.ub.ac.id/sejarah-hiragana-dan-katakana/

https://bakadangergakuen.wordpress.com/2015/03/20/asal-usul-kanji-di-jepang/

Serunya Partisipasi Mahasiswa PBJ Unnes di Acara Kampoeng Boedaja 2017

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Semarang, 26 Oktober 2017 – Kampus FBS Universitas Negeri Semarang

Kampoeng Boedaja adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Asing (HIMA BSA) Unnes. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya lima program studi (prodi) yang ada di jurusan Bahasa dan Sastra Asing Unnes–salah satunya Pendidikan Bahasa Jepang. Penyelenggara acara ini menyatakan bahwa walau pun kami mempelajari bahasa dan budaya asing, tidak lupa pula memperkenalkan budaya negeri sendiri, yaitu Indonesia.

Di acara Kampoeng Boedaja ini terdapat berbagai stand yang ikut meramaikan acara, yaitu : stand dari prodi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Perancis & Sastra Perancis, Pendidikan Bahasa Mandarin, serta Pendidikan Bahasa Jepang.

Untuk stand perwakilan dari prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), dikoordinir oleh IMAPRO (Ikatan Mahasiswa Prodi), yaitu ASAHI.

Stand ASAHI-PBJ tidak kalah meriah dengan stand prodi lain. Dengan dijualnya sushi, ramen, ringo ame, dan koucha, stand ASAHI ini ramai didatangi pengunjung, termasuk sensei-gata.

Selain makanan, di stand ASAHI, pengunjung juga dapat menikmati permainan tradisional Jepang, seperti koma (gasing), kendama, dan daruma otoshi. Di stand juga tersedia kertas, kuas, dan tinta hitam untuk menulis kaligrafi (shodou). Ada pula yukata yang bisa disewa pengunjung dengan harga lima ribu rupiah per lima belas menit. Divisi suki-zuki pun turut memamerkan hasil karyanya di stand: pembatas buku, bros, dan gantungan kunci.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

^suasana stand ASAHI

Tidak hanya stand saja, lho! Mahasiswa PBJ Unnes pun ikut memeriahkan acara Kampoeng Boedaja ini dengan penampilan mereka. Yaitu : tarian hakumei, yosakoi beat, serta ASAHI Band. Tidak luput pula beberapa mahasiswa PBJ yang datang mengenakan cosplay dan yukata.

みんなのおかげで、本当に楽しかった。次のイベントも楽しみです!

(elokisnanda)

*

jangan lupa follow twitter & IG ASAHI! ^_^

 

 

Rapat Kerja ASAHI Tahun 2017

1

Rapat Kerja ASAHI 2017.  ”一緒に立派になろう”

Rapat Kerja tahunan ASAHI (Apresiasi Mahasiswa dalam Himpunan) kembali digelar. Dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Maret 2017 lalu bertempat di ruang 340 gedung B4 Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Seusai yang tertera pada beackground, tema kali ini adalah ”一緒に立派になろう” (isshoni rippa ni narou) yang artinya “mari menjadi baik bersama-sama” dengan maksud dan haraan semoga dalam satu periode kepengurusan ASAHI satu tahun ke depan, kami bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, dengan cara bersama-sama bekerja mewujudkan visi dan misi ASAHI.

Rapat Kerja ASAHI bertujuan untuk memaparkan program kerja setiap divisi untuk periode satutahun ke depan.

Rapat Kerja dimulai pukul 08.20. Tamu undangan mulai berdatangan, memasuki ruang dan langsung menyesuaikan diri ke tempat duduk yang telah disediakan. Kami mengundang senpai PBJ yaitu beberapa pengurus ASAHI yang telah purna tugas, juga perwakilan dari IMAPRO (Ikatan Mahasiswa Prodi) lain.

mc

MC Raker tahun 2017; kiri: Aditya Rafif (PBJ’15), kanan : Andriani Anjasuma Putri (PBJ’16)

Acara dibuka oleh dua MC, Aditya Rafif (PBJ’15) dan Andriani Ajeng (PBJ’16). Dilanjutkan dengan tilawatil Qur’an oleh Irvan Abdurrahman (PBJ’15) dan Isnanda Elok (PBJ ’15). Selanjutnya, sambutan yang singkat, padat, dan jelas oleh wakil ketua ASAHI 2017 selaku ketua acara Rapet Kerja ASAHI 2017, ialah Habibi Wahid (PBJ’16). Disambung dengan sambutan oleh Ketua ASAHI, Fikry Reza (PBJ’15).

17

Ketua ASAHI (kanan): Fikry dan Wakil Ketua ASAHI (kiri) : Habibi

18

tilawatil Qur’an

Tak lupa Silvi-Sensei sebagai ketua jurusan–menggantikan Dwi-Sensei yang tidak dapat hadir–memberikan sambutan walau pun kehadiran beliau sedikit terlambat karena ada agenda lain yang tidak dapat terlewatkan.  Silvi-Sensei memberikan saran serta kritik yang membangun demi kemajuan organisasi ini.

Selanjutnya, pemaparan program kerja masing-masing divisi. Ada lima divisi di ASAHI, yaitu uchi to soto, sukizuki, kyouiku, jieibu, dan bunkashoukai.  Tamu undangan dan senpai-tachi antusias memberikan pertanyaan dan saran yang membangun, yang selanjutka kami pertimbangkan untuk mengusahakan agar program kerja dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Di tengah acara, tari souran bushi oleh tim odori mahasiswa PBJ menghibur peserta dan tamu undangan.

wawancara dengan tim odori

Acara selesai dan ditutup pada pukul 13.00. Diakhiri dengan sesi foto sebagai hal yang tidak boleh terlewat di setiap acara ^_^

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(elokisnanda)

*

jangan lupa follow IG dan twitter ASAHI ^_^

JLPT Periode 1 tahun 2017 Juga Dilaksanakan di Semarang

jlptlogo1

Sebelumnya, JLPT pernah dibahas di postingan sebelumnya, bisa dilihat di sini. Penulis akan menambahkan sedikit tentang JLPT tahun 2017 periode 1 yang akan diadakan bulan Juli 2017.

Apa itu JLPT?

Sedikit informasi, JLPT (Japanese Language Proficiency Test) atau dalam bahasa Jepang disebut 日本語能力試験(Nihongo nouryoku shiken) adalah ujian kemampuan bahasa Jepang, diperuntukkan bagi pembelajar bahasa Jepang maupun orang-orang non penutur bahasa Jepang. Ujian ini diselenggarakan di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri ujian diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia, salah satunya Semarang. Ujian terbagi dalam dua periode, yaitu periode pertama dilaksanakan pada minggu pertama bulan Juli serta periode kedua dilaksanakan pada minggu pertama bulan Desember. Ujian dilaksanakan pada hari Minggu, jadi peserta tidak perlu khawatir akan mengganggu aktivitas peserta yang lain.

Pembagian Level/tingkatan dalam JLPT

Ujian JLPT ini terdiri atas lima tingkat: mulai dari N5 (tingkatdasar) hingga level N1 (tingkat mahir/tersulit), yang masing-masing terdiri atas bagian ujian kanji, moji-goi(kosakata), bunpou-dokkai (membaca dan tata bahasa), dan choukai (mendengarkan).

Ujian JLPT juga dilaksanakan di Semarang

Di tahun 2017 ini, untuk pertama kalinya nouken (nouryoku shiken) juga dilaksanakan di Semarang, bersamaan dengan tiga kota besar lain yaitu Jakarta, Surabaya, dan Malang. Selain itu, pendaftaran ujian dilakukan secara online di https://jlptonline.or.id. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 13 Maret 2017 sampai dengan 26 Maret 2017 atau sampai kuota terpenuhi.

Dilansir dari I’Mc Center, berikut daftar kuota maksimal peserta JLPT tahun 2017 periode 1:

Semarang : maksimal 650 peserta

Malang : maksimal 750 peserta

Surabaya : maksimal 1200 peserta

Jakarta :maksimal 2100 peserta

Di Semarang, tempat ujian nouken berlokasi di dua universitas, yaitu UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro) dan UNDIP (Universitas Diponegoro).

Kegunaan Sertifikat JLPT

Bagi mahasiswa pembelajar bahasa Jepang, tentunya memegang sertifikat mengikuti/lulus N3 menjadi salah satu syarat kelulusan. Sertifikan JLPT juga berguna jika Anda ingin mengikuti beasiswa ke Jepang, misalnya beasiswa dari Monbukagakusho (MEXT), atau jika Anda ingin bekerja di perusahaan Jepang, sertifikat N3 ke atas sangat dibutuhkan.

Info lebih lanjut dapat dilihat di:

http://www.jlpt.jp/e/index.html

jangan lupa kunjungi website resmi Japan Foundation

*

(elokisnanda)

Adu Kemampuan Kanji di Kanji Cup ke-15

IMG_20170314_120226

Minggu, 5 Maret 2017 – Graha Widya Universitas 17 Agustus Jl. Semolowaru, Surabaya. Telah diadakan kompetisi kemampuan huruf kanji, Kanji Cup ke-15 yang diselenggarakan oleh I’Mc (International Multicultural Center) Surabaya,  bekerjasama dengan Konjen (Konsulat Jendral) Jepang di Surabaya, PERSADA (Perhimpunan Alumni dari Jepang), Nihongo Partners dan Japan Foundation.

Dilansir dari Centroone, Tujuan penyelenggaraan lomba Kanji Cup ini adalah untuk meningkatkan motivasi para pembelajar bahasa Jepang di Indonesia. Banyak pelajar beranggapan bahwa huruf kanji merupakan salah satu hal yang sulit dipelajari terutama karena banyaknya cara baca dan huruf yang mirip.

Graha Widya telah dipenuhi para peserta sejak pukul delapan pagi. Tahun ini tercatat bahwa pengunjung yang hadir sebanyak kurang lebih tiga ratus pengunjung, termasuk peserta dan pembimbing.

Kanji Cup ke-15 diikuti oleh mahasiswa jurusan bahasa jepang, baik Pendidikan maupun Sastra. Mahasiswa dari Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Dr. Soetomo, Universitas Brawijaya, turut serta dalam kompetisi ini. Tidak hanya mahasiswa dari Jawa Timur saja yang mengikuti Kanji Cup, peserta dari berbagai penjuru daerah pun ikut berkompetisi, termasuk Jawa Tengah, DKI Jakarta,  DIY, Jawa Barat, dan Bali. Seperti Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Udayana, Universitas Saraswati, dan lain-lain. Begitu pula para murid SMA yang turut antusias berlomba di tingkat shokyu (tingkat dasar).

Kompetisi kanji cup dibagi menjadi dua tingkat kesulitan, yaitu shokyu(tingkat dasar) dan chukyu (tingkat menengah). Tahun ini Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Unnes mengirimkan 12 perwakilan untuk mengikuti lomba. Terdiri dari delapan mahasiswa peserta tingkat shokyu dan empat orang yang dibagi menjadi dua tim. Delapan mahasiswa Unnes peserta shokyu tersebut ialah: Rendiana Eka (PBJ’15), Pandan Wangi Yolandari (PBJ’15), Nur Baita (PBJ’15), Cahaya (PBJ’16), Aditya Rafif (PBJ’15), Aditya Fajar (PBJ’16), Isnanda Elok (PBJ’15), dan Putri Indriani (PBJ’15). Sedangkan peserta Chukyu ialah: Rudi Sulistiyanto (PBJ’14) dan Bayu Andreansyah (PBJ’14) dalam satu tim UNNES A, serta tim UNNES B ialah M. Afhiyan (PBJ’13) dan Emfina Arditiya (PBJ’13).

S__5759072250233

Acara dimulai pukul 09.00 ditandai dengan pembukaan oleh kedua MC; satu orang MC adalah orang Indonesia, dan yang lainnya adalah nihonjin. Kedua MC berinteraksi dengan kompak dan bersemangat, membuat suasana lomba menjadi meriah. Tak lupa MC membacakan susunan acara yang akan berlangsung. Susunan acara lomba kanji cup ke-15 adalah sebagai berikut: pembukaan oleh MC, sambutan-sambutan, peresmian acara secara simbolis oleh kepala Konsulat  Jepang di Surabaya, babak penyisihan chukyuu, babak penyisihan shokyu, babak semifinal chukyuu, istirahat/penampilan shodou performance oleh Nihongo Partners, babak final chukyuu, babak exhibition, penyerahan piala kejuaraan, dan terakhir penutup.

Perlombaan dimulai dengan babak penyisihan chukyuu. Tim Unnes A naik ke podium pada blok pertama, bersaing dengan tiga tim lain. Dilanjutkan dengan tim Unnes B pada blok ke tiga. dua dari empat tim setiap blok dengan nilai tertinggi akan maju ke babak semifinal. Sayang sekali kedua tim chukyu hanya bertahan sampai babak penyisihan.

Dilanjutkan dengan babak penyisihan shokyu. Soal terdiri dari soal maru/batsu (benar/salah) dan soal pilihan. Pada tingkat shokyu, diberlakukan sistem gugur, yaitu apabila peserta menjawab pertanyaan dengan salah maka akan gugur dan tidak bisa melajutkan ke babak selanjutnya. Sangat disayangkan pula, mahasiswa dari unnes yang bertahan paling akhir hanya sampai pada pertanyaan ke-23 dari jumlah total 30 pertanyaan. Tiga peserta shokyu yang paling bisa bertahan akan maju ke babak final.

Setalah perlombaan tingkat shokyu berakhir, dilanjutkan dengan babak semi final chukyu, kemudian istirahat. Sambil istirahat, penonton disajikan penampilan hiburan shoudou performance dari Nihongo Partners. Shodou adalah seni kaligraf asal Jepang. Lima orang dengan pakaian hitam–salah satu dari mereka mengenakan hakama, berdiri di atas kertas putih dengan ukuran kira-kira 2×5 meter, menuliskan puisi Jepang menggunakan kuas, lalu menghiasnya dengan ornamen bunga sakura dari kertas. Penampilan berlangsung selama kurang lebih 15 menit.

Acara dilanjutkan dengan babak final chukyu, dan akhirnya dua tim yang berhasil merebut kejuaraan akan diadu kemampuannya di babak exhibition dengan beberapa anggota dari organisasi PERSADA dan orang Jepang dari Nihonjin Gakkou. Disusul dengan penyerahan piala, kemudian penutupan.

berikut daftar pemenang Kanji Cup ke-15:

Juara 1 chukyuu : Fahmi Nahindri dan Robertus Yulianto (Universitas Brawijaya),
Juara 2 chukyuu : Bayu Anugrah dan Suntara Dwi (Universitas Negeri Surabaya)
Juara 1 shokyuu : Amaliya Ahsani (Universitas Brawijaya)
Juara 2 shokyuu : Very Fauzi (Universitas Negeri Surabaya)

Walau pun kalah di perlombaan, namun pengalaman yang didapat tetap membekas di hati para mahasiswa Unnes atas pengalaman yang berharga. Boleh jadi kalah tahun ini, namun di tahun selanjutnya, semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Jadikanlah perlombaan ini sebagai tantangan dan pengalaman untuk menjadi lebih baik lagi. Tahun depan, terbuka kesempatan lebar bagi mahasiswa PBJ Unnes untuk mengikuti kanji cup. Jangan ragu dan jangan takut untuk berlomba, jadikan kesempatan yang ada adalah kesempatan yang tidak datang dua kali.

じゃ、皆さん。来年もがんばろう!

(elokisnanda)

*

jangan lupa follow IG dan twitter ASAHI