FORSIL Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang Semarang

Kalau di Pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang memiliki himpunan mahasiswa yang bernama Asahi, maka di Sastra Jepang Universitas Diponegoro ada HIMAWARI. Kenapa bawa-bawa HIMAWARI? karena kemarin Himawari baru saja mengadakan FORSIL, yang merupakan kepanjangan dari forum silaturahmi. Forum silaturahmi ini diikuti oleh himpunan mahasiswa Sastra dan Bahasa Jepang se-Semarang.

Acara forum silaturahmi ini sudah dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2015 di ruang A-3-9 Fakultas Ilmu Budaya Undip Tembalang. Penggagas forum ini sendiri adalah ketua dari Himawari yaitu Qurrota Ayuni Shabrina, yang juga  sudah jauh-jauh hari memberitahu kami tentang akan dilaksanakannya forum ini sejak diadakanya OC Nimats 2015. Dari Asahi sendiri diwakili oleh 5 orang pengurus yang hadir mengikuti forum silaturahmi, juga memaparkan progam kerja selama satu periode kepengurusan. Selain dari Asahi dan Himawari, himpunan mahasiswa lainya SAKURA dari D-3 Bahasa Jepang Undip, HIKARI dari Sastra Jepang Universitas Dian Nuswantoro turut mengikuti acara ini.

Budi Sensei membuka acara FORSIL

Budi Sensei membuka acara FORSIL

Acara dimulai jam 10 siang yaitu sambutan dari ketua Himawari, Qurrota-san. Selanjutnnya sambutan oleh dosen pembimbing Himawari yaitu Budi Sensei. Baik Qurrota-san maupun Budi Sensei sebagai tuan rumah terlihat antusian dan sangat bersemangat menyambut kedatangan kami sebagai tamu undangan. Sebagai tamu undangan melihat semangat ini tentunya kami merasa senang. Setelah sambutan, masuk ke perkenalan himpunan mahasiswa bahasa Jepang dan presentasi progam kerjanya. Diawali dari para pengurus Himawari yang mengenalkan divisi-divisi dan progam kerjanya, setelah selesai pembawa acara mempersilahkan perserta forum bertanya berkaitan dengan Himawari. Pemaparan progam kerja selanjutnya yaitu dari Hikari – Udinus, kemudian Progam kerja dari Sakura D-3 Undip, dan Asahi menjadi pemapar terakhir yang seharusnya masih ada D-3 Bahasa Jepang Universitas 17 Agustus yang tidak bisa datang.

kawan-kawan perwakilan HIKARI

Kawan-kawan perwakilan HIKARI

Selesai pemaparan dan sesi tanya jawab masing-masing himpunan mahasiswa, acara memasuki ke sesi diskusi. Kali ini tiap himpunan mahasiswa membahas masalah yang sering dihadapai himpunan di tiap universitas untuk dicari solusi masalahnya bersama. Diantaranya dibahas adalah tentang nihongo no hi, bunkasai, organisasi. Tiap himpunan menyampaikan masalah yang dihadapinya kemudian lainnya mencoba memberikan solusi.

Kena batsugame, bikin jargon

Kena batsugame, bikin jargon

Setelah sesi diskusi selesai, Alizha-san dari Himawari memaparkan tentang IMAJI, Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Indonesia. Sesi paling terakhir adalah penentuan tuan rumah FORSIL tahun depan, akhirnya setelah penentuan dengan janken ala Indonesia alias hompimpaa~(*ノェノ)キャー dan taraa~ kami semua sepakat diputuskan tuan rumah selanjutnya adalah D-3 Bahasa Jepang Undip, sudah gak sabar buat tahun depan wuuft (*´艸`*)

para peserta FORSIL

Para peserta FORSIL

“FORSIL, SATU SEMARANG KEEP SOUDAN!” merupakan jargon penyemangat di forum silaturahmi kali ini yang dibuat dari kreatifitas para peserta Forsil (lebih tepatnya Bangkit, Qurrota-san dan Filza-san yang kena batsugame). Harapan kami sendiri, event Forsil ini dapat menjadi penghubung yang lebih kuat antar himpunan bahasa Jepang Universitas-universitas di Semarang agar lebih saling mengenal, bertukar pikiran dan kedepanya bisa bekerja sama saling membantu dalam melaksanakan tugas.

Iklan

2 pemikiran pada “FORSIL Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang Semarang

  1. Reblogged this on kawan daring and commented:
    Motor tidak cukup jadi berangkat dari Unnes pake angkutan umum ganti 3 kali bersama Bangkit Hilya Rahma, sedangkan Emfina berangkat langsung ke Undip dari rumahnya. Sampai di FIB langsung di sambut dengan hangat oleh kawan-kawan Himawari :), kemudian kami diantar menujut lantai 3 tempat dilaksanakannya Forsil, muncullah Oujou-sama nya Himawari yang juga langsung menyambut kehadiran kami. Waktu pulang kawan-kawan dari Himawari menawarkan diri mengantar dengan motor. Rasanya gak enak, mau saya tolak lha wong angkutan umumnya masih ada, tapi Aga-san (Fukukaichou-nya Himawari) bilangnya ini perintah dari si-Kaichou alias Qurrota-san. Awalnya sih katanya cuma sampai mentok di PLN, jadi nanti kami sambung angkot 1 kali saja pulangnya. Ujung-ujungnya ternyata di anter balik sampai Unnes juga (・∀・).
    Terimakasih kawan-kawan Himawari yang sudah melopori dan menyelenggarakan forum silaturahminya, dan saya pikir itu sangat sukses. Diakhir acara waktu penentuan tuan rumah forsil berikutnya, menggunakan hompimpaa. Waktu hompimpaanya Asahi langsung menang, saya pikir Asahi yang dapat giliran tuan rumah Forsil berkutnya, dan ternyata malah yang kalah yang jadi tuan rumah forsil tahun depan. Pokoknya buat semua yang sudah berpartisipasi di acara forsil kemarin kawan-kawan Himawari, Sakura, Hikari, pengurus Asahi お疲れ様でした。

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s