Cerpen : “Ada Hal Aneh Terjadi Padaku”

Aku meneguk air mineral yang baru saja kubeli, meski harus mengeluarkan uang paling tidak rasa haus ini terbayar lunas. Agaknya memang berat untukku sekarang jika harus mengeluarkan uang meski hanya beberapa sen. Ini masih tengah bulan tetapi persedian uang bulan ini sudah sangat tipis, dan sekarang aku memikirkan cara untuk mencari tambahan lagi, tapi dimana?

 

Hibi-chouchou

Brukk- botol air mineral yang sedari tadi kupegang jatuh menggelinding dan mengeluarkan semua isinya. Sialan! Umpatan mengisi otaku sekarang tapi aku masih bisa menahannya agar tidak keluar melalui mulutku. Siapa kiranya orang yang dengan tak sopan menabrak orang lain hingga menumpahkan air mineral berharga milik orang itu tapi tak meminta maaf sama sekali. Benar-benar sialan! Kulihat pemuda jangkung berseragam yang sama dengan milikku terus berjalan cepat tanpa menoleh kebelakang untuk melihat apa yang baru saja ia perbuat. Aku kenal orang itu, dia Yamada Kayui, dia sekelas denganku. Sepertinya dia tengah terburu-buru hingga tak mempedulikan apa yang ia perbuat.

“Aki-san, Maafkan perbuatan Kayui, dia sedang tak baik sekarang” Hayai muncul beberapa detik kemudian, sepertinya dia tengah mengejar sahabatnya itu, dan dia juga meminta maaf untuk kesalahan orang itu. Benar-benar sahabat yang baik. Hayai kembali mengejar Kayui.

Aku hanya meghela napas melihat tingkah aneh Kayui akhir-akhir ini. Dia menjadi seorang yang pendiam dan mudah marah, padahal sebelumnya dia adalah sosok yang ceria dan banyak bicara. apakah mungkin karena dia baru saja kehilangan salah seorang sahabat yang begitu dekat dengannya? 12 hari lalu sahabatnya, Nagano Isida telah meninggal dunia. Penyebabnya masih belum jelas, tapi beredar kabar kalau Isida dibunuh oleh seorang misterius. Entahlah lagi pula apa peduliku pada orang lain, untuk apa aku memikirkan masalah orang lain? Masalahku sendiri saja aku pusing memikirkannya.

“Yakk! Hikari Kido! Akan kubunuh kou!”itu teriakan Kayui, tapi kenapa Kayui berteriak seperti itu?

“ Hentikaaan!”Buuggh-  Brukkk- ya tuhan! Mido! Aku tak dapat menahan mataku untuk tidak melototkannya melihat apa yang baru saja terjadi. Sebuah bogem mentah Kayui mendarat tepat diwajah Mido. Bahkan gadis itu sampai terjatuh dan pingsan mendapat pukulan yang kurasa cukup keras itu.  Semua mata yang melihat kejadian itu sampai tak bisa berkedip. Sangat mengejutkan!!!

“Mido-ah!”guman Kido menatap Mido khawatir.

“Hikari Kido! Mati kou!”seperti kesetanan Kayui langsung menarik kerah seragam Kido dan mendorongnya jatuh kelantai. Ia mendaratkan bogem-bogem kewajah Kido dengan penuh amarah!. Untuk beberapa detik Hayai masih kaku karena terlalu terkejut melihat sahabatnya memukul seorang gadis, apalagi gadis itu adalah sepupunya sendiri, Hayai segera tersadar dan segera juga ia menahan Kayui untuk berhenti memukuli Kido. Aku yang melihat kejadian ini juga tak bisa tinggal diam. Aku berlari ketempat mereka dan mencoba membantu Hayai yang kewalahan menarik mundur Kayui. Ternyata cukup sulit, sepertinya saat ini Kayui tengah menggunakan seluruh dayanya untuk memukuli Kido. Tapi anehnya yang dipukuli hanya diam menerima pukulan bertubi di wajahnya, ia justru terus menanyakan keadaan Mido dan berusaha mencari sosok Mido melalui penglihatannya yang mulai sayup-sayup.

“Hikari Kido kou harus membayarnya. Kou telah membunuh Isida, sekarang kou harus mati juga untuk membayarnya!”Kayui terus berteriak sambil berusaha memukul Kido lagi. Dengan usaha yang cukup keras aku dan Hayai berhasil menarik dan menahan Kayui menjauhi Kido yang tampak lemas. Wajahnya sudah babak-belur, darah mengalir dari pelipis, hidung dan sudut bibirnya.

“Kido-san cepat pergi dari sini! Segera menjauh!”aku berteriak pada Kido. Beberapa anak lain mulai mengerubungi kami, bukannya membantu mereka justru hanya melihat bahkan ada yang mengabadikan kejadian ini di gadget mereka. Sialan memang!. “Kido! Cepatlah!”aku kembali berteriak karena Kayui saat ini masih terus berusaha melepaskan diri. Kido mulai bangun dengan sisa tenaga yang ia miliki, ia berusaha menghampiri tubuh Mido yang tergeletak tak jauh darinya, sepertinya ia akan membawa Mido juga. “yakk Kido-san, biarkan adikmu disana, sekarang selamatkan dirimu sendiri dulu! Cepatlah!”aku mengencangkan kuncianku pada Kayui. Dari arah lain kulihat Ken dan Jin meyeruak masuk dari balik krumunan, itu seperti udara segar bagiku. “Jin-san, Ken-san, tolong bawa Kido pergi dari sini. Cepat! Sebelum Kayui terlepas dan kembali menyerang Kido!”dalam keadaan darurat seperti ini tak apa bukan meyuruh orang lain sesuka hati. apalagi mereka adalah Sahabat Kido, jadi tak mungkin mereka menolak.

Ken membantu memapah Kido berjalan, sementara itu Jin membantu menggendong Mido yang masih pingsan. Kido tak mau meninggalkan adik kembarnya disana, itu tak akan pernah terjadi katanya. Aku harap mereka pergi kerumah sakit, luka Kido cukup parah menurutku.

Tak butuh waktu lama untuk mereka menghilang dari pandangan kami. Dengan perginya mereka tidak berarti masalah sudah selesai. Masih ada Kayui! Yamada Kayui yang sekarang masih aku dan Hayai kunci pergerakannya karena ia masih terus berusaha melepaskan diri. Pihak sekolah yang mengetahui kejadian tadi segera memanggil medis untuk menenangkan Kayui. Dia terpaksa disuntik obat penenang.

Setelah menggotong Kayui yang sudah terlelap ke UKS, aku dan Hayaipun keluar. Takeda Sensei sudah memanggil orang tua Kayui untuk segera menjemput putra mereka disekolah. Aku sedikit lega karena sekarang suasanya sudah tenang. Tapi terbesit pertanyaan di otakku, kemana Kido dan Mido pergi?.

Klekk- aku menutup pintu UKS pelan.

“ini sangat sulit bagiku, aku benar-benar tersiksa”kalimat itu benar-benar keluar dari mulut Hayai, meski pelan tapi aku masih bisa mendengarnya. Apakah dia bicara padaku? Aku tak yakin, kami tak begitu akrab sebelumnya. Tapi, tak ada orang lain disini selain aku dan Hayai tidak mungkin juga dia bicara sendirikan?. Apa yang harus aku lakukan? Mendengarkannya dan mungkin memberi solusi, atau pura-pura tak mendengar dan pergi begitu saja? Huuh, pilihan kedua sangat jahat tapi pilihan pertama aku agak ragu.

“secara tiba-tiba, kehilangan seorang sahabat, sahabat yang dengan tulus kusayangi” dia kembali mengeluarkan kalimat yang tidak biasa, mungkin kalimat yang tersusun langsung dari hatinya, tidak seperti kalimat susunan otaknya yang terkadang kurang waras saat bersama-sama sahabatnya dulu. “itu adalah pukulan keras yang berhasil meretakkan hatiku, aku hampir jatuh terpuruk dalam kesedihan. Tapi aku mengingat Kayui, aku memikirkan keadaanya, hatinya mungkin benar-benar hancur saat mengetahui sahabatnya, tidak! Bagi Kayui, Isida bukanlah sekedar sahabat tapi bagi Kayui, Isida adalah semangat hidupnya, cahaya baginya di dunia ini, Kayui benar-benar menyayangi Isida sepenuh hatinya. Karena itu aku tidak boleh lemah, aku harus kuat! Kayui membutuhkanku sekarang”aku bisa melihat  Hayai mulai hilang control, air matanya menetes bebas keluar tak dapat ia bendung. Untuk sekali ini saja aku mencoba untuk menjadi pendengar yang baik, meski sulit tapi aku tetap mendengarkan tiap kalimat yang keluar dari mulut Hayai. Sebisa mungkin juga kupahami keadaannya. Ternyata dibalik sikap mereka yang nakal mereka miliki ikatan persahabatan yang besar dan kuat.

“tapi,-“ Hayai menggantungkan kalimatnya, seperti ada sesuatu yang menahan suaranya untuk tidak keluar.

“tapi, kenapa?”aku membuka suara meski hanya kalimat kurang penting menurutku. Kalimat sialan yang membuatku terlihat ingin tahu urusan orang lain, padahal ini jelas-jelas bukan gayaku.

“tapi, Kayui bilang Isida mati dibunuh oleh Kido. Kido~ Hikari Kido Sepupuku sendiri. Hikari Kido sepupu dari Hikari Hayai dituduh membunuh Nagano Isida yang adalah sahabat sepupunya. Selama ini aku selalu percaya pada Kayui tapi pernyataannya kali ini, ~apa aku harus percaya seperti biasanya atau ~” aku rasa batinnya dibenar-benar tersiska.“argh! Mana yang harus kupilih? Sahabatku atau Saudaraku?”aku terdiam mendengar pertanyaan terakhirnya. Itu benar-benar pilihan sulit, baginya. Jika itu terjadi padaku tentu aku lebih memilih saudaraku karena aku tak punya sahabat. Yang kupunya hanya adikku Haru, keluargaku  satu-satunya.

“kou tidak harus memilih salah satu dari mereka. Akan lebih baik jangan hanya kou pikirkan, cobalah untuk mencari kebenarannya, cari dan kumpulkan bukti jika Sepupumu itu tak bersalah, tapi kou tidak boleh menjauhi Kayui juga. Kou harus tetap berada dekat dengan Kayui dia benar-benar terlihat tak baik. Dia butuh kou untuk meringankan beban yang tak mampu dia bawa sendiri saat ini.”aku bersorak dalam hati karena entah mendapat wangsit darimana aku bisa mengeluarkan kalimat solusi dengan lancar kepada Hayai. Meski aku tak yakin apa yang kuucapkan itu adalah solusi. Aku menepuk bahunya dengan Tanganku, para lelaki melakukan itu sebagai bentuk dorongan semangat kepada lelaki lain untuk pesan ~baik-baiklah! jaga dirimu! Kou pasti kuat!~. Itu yang orang katakan. Aku membalikan tubuhku dan melangkahkan kakiku untuk pergi, tapi baru dua langkah aku kembali berhenti saat pertanyaan Hayai tiba-tiba terlontar seperti bom yang berhasil membuat kepalaku hampir pecah!

“lalu dengan siapa aku harus berpegang? Meringankan bebanku yang sebenarnya lebih rumit dan berat dibanding beban masalah meraka~ Aki-san?”

Tik…

Tok…

Tik…

Tok…

~whusshh~ kurasakan angin berhembus menerpa wajahku lembut, seakan-akan angin ingin memberikan ketenangan padaku, dan itu berhasil. Belaian angin mengangkat senyumku. Aku memutar tubuhku dan menatap Hayai yang tengah menunggu jawaban dariku. Dengan senyum lebar dan tulus akupun menjawab. . .

“Kou boleh berpegang padaku kapanpun kou butuh, Hayai-san. Aku Kazeno Aki akan menggenggam erat tanganmu agar kou tak terjatuh.”

Oleh: Mukhafidah

—————————–fin—————————-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s