Tonari no Seki kun to Rumi chan no Jishou

            Pernah dengar anime berjudul となりの関くん (Tonari no Seki-kun) atau manga yang berjudul るみちゃんの事象 (Rumi –chan no Jishou)? Kedua karya yang dibuat oleh pengarang yang sama ini disatukan dalam sebuah drama live action yang mulai mengudara bulan akhir bulan agustus kemarin dan sudah mencapai 6 episode.

poster-dan-para-pemeran-tambahan-dari-tonari-no-seki-kun-to-rumi-chan-no-jisho-telah-terungkap-1

            Bagi yang belum tahu, Tonari no Seki-kun berkisah tentang Yokoi seorang gadis SMA yang duduk bersebelahan dengan Seki di kelasnya. Setiap hari dia yang seharusnya belajar dan memperhatikan pelajaran di kelas malahan harus berusaha keras menahan diri untuk tetap fokus ke pelajaran karena ulah Seki. Seki tidak pernah memperhatikan pelajaran di kelas, namun selalu memainkan permainan aneh dan tidak wajar dilakukan dalam kelas dan lebih anehnya lagi setiap mainan yang dia mainkan selalu dia keluarkan dari tas sekolahnya. Selain itu, entah mengapa guru yang mengajar dan teman-teman sekelasnya pun tidak pernah menyadari kalau dia selalu bermain dalam kelas. Jika guru mendekat ke mejanya, dengan sangat cepat dia akan membereskan mejanya dan berpura-pura belajar.

            Yokoi sendiri sebenarnya adalah gadis yang rajin, namun konsentrasinya selalu terganggu dengan permainan Seki. Yang menjadi masalah adalah permainan Seki yang aneh, unik, dan tidak biasa yang selalu membuat Yokoi penasaran dan ingin memperhatikan Seki yang sedang bermain. Setiap permainan yang dimainkan Seki selalu memiliki cerita sendiri, bukan sekedar permainan biasa. Salah satunya ketika dia memainkan shougi(将棋)permainan tradisional Jepang yang mirip dengan catur. Bukannya memainkannya dengan  cara yang biasa, Seki malah membuat drama kecil dengan latar belakang masa perang dengan bidak shougi. Di lain hari, dia bermain mobil-mobilan radio kontrol, namun bukan Seki kalau hanya memainkannya dengan cara biasa. Kali ini dia memainkannya seolah-olah sedang melakukan ujian SIM. Yokoi sering kali memperingatkan seki untuk tidak memainkan permainan aneh di kelas, namun terkadang Yokoi yang malah mendapat lirikan marah dari Seki jika dirasa Yokoi mengganggu permainannya. Hal unik lain dari Seki adalah dia yang tidak pernah berbicara! Namun, karakter Seki dibuat begitu kuat sehingga tidak membosankan untuk dilihat. Begitu pula dalam drama live action nya. Karakter Seki tetap dibuat diam sementara semua cerita diambil dari sudut pandang Yokoi. Inilah keunikan dari Tonari no Seki kun.

            Drama live action ini tidak hanya berisi kisah Seki dan Yokoi saja, satu kisah lagi yang tidak kalah unik adalah Rumi chan no Jishou. Kisah ini bercerita tentang kehidupan Rumi, seorang gadis SMA dan semua keunikan dalam hidupnya. Kisah tentang Rumi ini langsung disambung dengan cerita Tonari no Seki kun. Yap! Dalam drama live action Tonari no Seki kun to Rumi chan no Jishou terdapat dua cerita yang diramu dalam satu episode drama berdurasi 24 menit ini. Cerita mengenai Rumi sendiri lebih unik daripada Seki. Rumi, bersahabat dengan Kumi dan Naho yang sekelas dengannya, namun Kumi selalu dibuat geleng-geleng kepala dengan tingkah laku Rumi. Sementara Naho kurang lebih memiliki perilaku yang hampir sama seperti Rumi. Pernah suatu hari Rumi terlambat masuk kelas dengan membawa semangkuk nasi dan bantal. Guru bertanya mengapa ia terlambat malah ia menjawabnya dengan meminta lauk berupa Gyouza pada gurunya. Di lain cerita, Rumi dan dua temannya menunjukkan hasil tugas shoudo mereka. Kumi menuliskan huruf dengan indah sementara Rumi dan Naho malah bermain-main dengan menuliskan kata 助けて (tolong aku) dan ローソン dalam kertas tugas mereka yang membuat Kumi tercengang.

            Meskipun kisah Rumi terlihat penuh dengan cerita konyol dan bodoh, namun di tengah-tengah drama, selalu disematkan kata-kata mutiara atau kata-kata pemberi semangat untuk penonton. Selain itu, kisahnya secara implisit selalu memperlihatkan pada kita beberapa masalah sosial yang ada diantara remaja perempuan di Jepang.

            Banyak hal yang bisa kita pelajari dari drama live action Tonari no Seki kun dan Rumi chan no Jishou ini. Pengenalan permainan ala Jepang dia Tonari no Seki kun, sangat menarik untuk dilihat. Selain itu, permainan yang kadang dianggap mainan anak-anak dapat diolah oleh Seki menjadi permainan yang seru dan mengandung makna sendiri dalam proses memainkannya. Dalam Rumi chan no Jishou pun diperkenalkan masalah-masalah remaja perempuan yang sering kita alami, persahabatan antar perempuan yang mengharukan juga disajikan dengan menarik dan penuh adegan-adegan yang lucu dan terkadang terkesan ‘aneh’. Drama yang baru mencapai episode keenamnya ini tidak membosankan untuk ditonton dan bahkan membuat kita penasaran dengan episode berikutnya. Bagi penggemar drama komedi ringan drama ini sangat cocok ditonton dan dinantikan tiap episodenya, dengan ciri khas komedi ringan Jepang yang selalu menambahkan pesan moral di dalamnya secara implisit. (Ayu Larasati)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s