SAMURAI ETHIC SEMINAR

 

_MG_0753

Samurai Ethic Seminar : Learn Leadership from  Samurai

 

Senin, 28 Maret 2016. Ruang 405 gedung rektorat UNNES dipenuhi oleh peserta Samurai Ethic Seminar. Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan  tentang  剣舞術 (kenbujutsu / seni tari pedang) serta bushido spirit kepada mahasiswa dan dosen UNNES. Peserta berjumlah sekitar lima puluh orang.
Pukul 14.30 acara dimulai. Terlambat satu jam dari jadwal acara. Ditandai dengan pembukaan oleh MC, kemudian sambutan oleh Pembantu Rektor Bidang pengembangan dan Kerjasama, Prof. YL Sukestiyarno, M.S, Ph.D. Beliau sangat supel, bahkan sensei dari Fukuoka ikut tersenyum atas candaan beliau. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan penandatanganan MoM, penyerahan suvenir, dan foto bersama.

_MG_0744 1

Pembicara dari kiri ke kanan : M. Edi Suharyawan, S.IKOM, CHC, Kawazu Yoshimasa-sensei, Prof. YL. Sukestyarno, M.S, Ph.D.

 

Kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaitu perkenalan sensei dari Fukuoka dan pemaparan materi oleh M. Edi Suharyawan, S.IKOM, CHC.

Nah, saatnya masuk ke pembahasan tentang samurai.

Samurai adalah ksatria elit Jepang yang pemberani yang lihai memainkan pedang, tapi sangat santun, setia, serta memegang teguh nilai etika dan moralitas.

Samurai berasal dari kata saburau, kemudian menjadi samurau, dan akhirnya menjadi samurai yang artinya melayani daimyo ( 大名  [tuan tanah] ).  Seorang samurai bukan berarti seorang ninja yang memiliki pekerjaan sebagai “pembunuh bayaran”. Samurai hanya tunduk dan patuh kepada perintah tuannya, walau pun ia harus mengorbankan nyawanya.

Di zaman sekarang, secara fisik sosok samurai sudah tidak ada. Namun, secara mental, nilai-nilai yang dimiliki oleh para samurai masih tertanam dan diwariskan secara turun-temurun di masyarakat Jepang. Nilai-nilai samurai yang diwariskan itulah yang disebut dengan bushido ( 武士道 [the way of samurai] )

Salah satu kesenian yang menerapkan bushido adalah kenbujutsu ( 剣舞術 ). Ken (剣) berarti pedang, bu (舞) berarti tarian, dan jutsu (術) berarti seni. Kenbujutsu yaitu  seni tari pedang yang di dalamnya terkandung bushido spirit (mental samurai).

Ada dua alat utama dalam kenbujutsu, yaitu pedang dan kipas. Pedang melambangkan sisi maskulin, sedangkan kipas melambangkan sisi feminin. Sebab, samurai memiliki kedua sisi tersebut. Sisi maskulin yaitu pemberani dan lihai memainkan pedang. Sedangkan sisi femininnya adalah sangat santun, setia, dan memegang teguh nilai moralitas. Sepandai apa pun seseorang, namun ia juga harus memiliki moral yang baik. Itulah yang ditanamkan dalam mental samurai melalui kenbujutsu.

Jika di Cina dikenal dengan filosofi Yin-yang, dalam ilmu bela diri Jepang, dikenal dengan filosofi SHIN-GI-TAI ( 心技体 ). Shin ( 心 ) artinya mental/karakter, gi ( 技 ) artinya teknik, tai ( 体 ) artinya fisik. Digambarkan dengan piramida mengerucut ke atas, paling bawah adalah shin, gi lalu tai. hal yang paling dasar, pondasi paling dasar adalah mental.

Awalnya filosofi tersebut digunakan dalam ilmu bela diri yang dipelajari oleh para samurai. Kemudian filosofi tersebut meluas di masyarakat Jepang, hingga kini diterapkan di segala aspek kehidupan, baik industri maupun pendidikan.

Berikut adalah 7 nilai bushido :

  1. REI                礼           (hormat, kesantunan)
  2. MAKOTO     诚           (kejujuran dan tulus ikhlas)
  3. YU                 勇           (keberanian)
  4. GI                  义           (integritas)
  5. CHUGI        忠义        (kesetiaan)
  6. JIN                仁           (kemurahan hati, mencintai sesama, kasih sayang, dan simpati-empati)
  7. MEIYO      名誉          (nama baik, kemuliaan, menjaga kehormatan)

 

REI

Memiliki makna kesantunan, hormat pada benda maupun orang lain. Orang-orang Jepang menilai sangat penting, bahkan untuk hal-hal kecil sekali pun. Jika tidak menghormati hal-hal kecil, bagaimana mungkin bisa menghormati hal-hal yang besar. Itulah salah satu prinsip dari nilai bushido tersebut.

Terdapat empat hal dasar dalam sikap hormat, yaitu :

  1. Heiji (menjawab)

Contoh jawaban yang lazim adalah hai ( はい!). Dijawab dengan suara lantang dan tegas, menggambarkan sikap sopan dan rasa percaya diri. Semakin lantang dan tegas semakin dianggap sopan, tidak seperti orang jawa yang menganggap bahwa semakin  halus tutur katanya, semakin dianggap sopan.

  1. Shisei (sikap)

Sikap yang baik adalah badan tegap, dada membusung, pandangan ke depan, dagu tidak terlalu menunduk atau menengadah. Menggambarkan sikap karismatik.

  1. Hyojo (ekspresi)

Untuk mengekspresikan kesopanan, dengan cara senyuman dan tatapan mata secara langsung. Senyuman menunjukkan sikap ramah dan tatapan langsung menunjukkan sikap perhatian terhadap rasa perhatian.

  1. Aisatsu (salam dasar)

poin-poin aisatsu :

A – akaruku (ceria)

I – itsumo  (selalu)

SA – saki ni (mendahului)

TSU – tsuzukeru (berkelanjutan)

 

MEIYO 

Memiliki makna menjaga nama baik, kemuliaan, dan atau kehormatan. Di sini, berhubungan dengan budaya harakiri ( 腹切り ) yaitu ritual memotong perut dengan cara menusuk perut kemudian merobeknya dari kiri ke kanan. Ada beberapa alasan untuk melakukan harakiri, misal : ketika harga diri seorang samurai rusak karena kesalahan, maka ia dengan sukarela melakukan harakiri.

Harakiri hingga kini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Jepang. Entah karena ia merasa malu sebab tak dapat pekerjaan, depresi berat, atau ia tak memiliki tujuan hidup lagi di dunia ini.

Harakiri secara harfiah artinya memotong perut. hara (腹) berarti perut dan kiri (切り) berarti memotong. Mengapa harus mengakhiri hidup dengan memotong perut? Sebab mereka beranggapan bahwa hal-hal buruk berasal dari perut. Ngeri sekali, ya.

 

_MG_0758

_MG_0761

Sebagai penutup acara, Kawazu Yoshimasa-sensei mempertunjukkan tarian kenbujutsu. Beliau menari dengan tegas, karismatik, namun lembut. Seolah benar-benar menunjukkan citra seorang samurai. 

Semoga kita bisa mengambil hal-hal positif dari nilai-nilai bushido tersebut.

-elokisnanda-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s