Sejarah Kana dan Kanji dalam Bahasa Jepang

Bahasa jepang memiliki tiga jenis huruf :

  1. Hiragana adalah huruf yang biasa dipakai dalam penulisan berbahasa jepang. Jumlahnya ada 46 huruf dari あ sampaiん. Tidak ada huruf mati kecuali ん. Pada zaman dahulu hiragana dikenal dengan sebutan onna de atau ‘tulisan wanita’. Awal mulanya tulisan ini adalah dari pengembangan man’yougana, yaitu penulisan kuno karakter Cina. Nama mann’yougana sendiri diambil dari man’youshuu, sebuah antologi puisi jepang pada zaman Nara yang ditulis dalam manyougana.

Hiragana mulai digunakan pada pertengahan abad ke-7 dan menurut sejarah hiragana mulai digunakan luas pada abad ke-10.

Dibawah ini merupakan tabel pengembangan Hiragana manyougana. Bagian atas karakter kanji pada umumnya, bagian merah menunjukkan manyougana yang ditulis pada naskah kuno,sedang bagian bawah adalah penyetaraan ke hiragana.

hiragana.png

  1. Katakana adalah penulisan huruf jepang yang digunakan untuk menulis: kata-kata serapan dalam bahasa jepang, negara asing, nama binatang, nama orang asing, nama tumbuhan dan kota-kota di luar negeri. Tulisan ini pertama kali ditulis oleh laki-laki sehingga tampak kaku.

Dalam ilmu fonologi, Katakana biasa digunakan untuk penulisan lambang bunyi atau pengucapan. Juga digunakan untuk menulis bahasa rahasia (ingo) dan bahasa slang (zokugo) dan sering digunakan pada surat-surat atau buku-buku yang berhubungan dengan perusahaan/perkantoran.

Sama halnya dengan hiragana katakana merupakan pengembangan dari manyougana. Dan ini adalah perubahanya :

katakana.png

  1. Kanji adalah salah satu jenis huruf yang digunakan dalam bahasa jepang yang mempunyai ciri khusus yaitu dari segi cara baca dan penulisanya. Ini merupakan huruf yang tersulit dan sangat penting dalam penulisan bahasa jepang. Namun dengan adanya kanji sangat membantu dalam memahami arti suku kata, karena seperti yang kita tahu bahasa jepang sangat kaya akan suku kata yang memiliki ucapan yang sama. Takebe (1982) menyebut huruf kanji termasuk Hyoo i moji (表意文字), karena setiap huruf menyatakan arti. Bagi orang Jepang sendiri, apabila ia melihat kanji sepintas lalu meskipun ia belum mengetahui arti sebenarnya dan cara bacanya dari kanji yang ia lihat, tetapi secara sepintas ia dapat dengan mudah memahami arti kata yang dimaksud. Lebih lanjut Takebe menekankan bahwa dalam penggunaan kanji, kita tidak dapat sembarangan tetapi harus mengutamakan pada arti masing-masing kanji, karena hal tersebut sangat menentukan arti kanji yang dimaksud.

Menurut sejarah kanji merupakan huruf yang berasal dari cina yang masuk ke jepang sekitar abad 4 sampai 5 dengan jumlah 500.000 huruf. Pada masa itu Cina berada dalam kekuasaan Dinasti Kan. Maka dari itu dinamakan “kanji”, yang artinya huruf negeri Kan.

 

Daftar pustaka :

http://nigakkai.blogspot.co.id/2010/10/asal-usul-kana.html

http://himasasjep.ub.ac.id/sejarah-hiragana-dan-katakana/

https://bakadangergakuen.wordpress.com/2015/03/20/asal-usul-kanji-di-jepang/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s