“Haiku” Menulis Dengan Syair

皆さん、お元気ですか ><

Mina-san, ada yang sudah tahu apa itu Haiku? Kalau belum, mari kita berkenalan dengan haiku ヽ(´▽`)/.

Haiku merupakan sebuah jenis tradisi lisan yang terdiri dari 17 suku kata yang dibagi dalam 3 baris dengan urutan 5-7-5 serta tidak memiliki rima. Haiku sendiri merupakan pengembangan dari Hokku yang telah ada dipertengahan abad ke 17.

Tokoh yang mengembangkan Haiku dari Hokku adalah Masaoka Shiki, seorang penulis dari daerah Matsuyama, Prefektur Ehime, Shikoku. Selain melepaskan haiku dari pengaruh budhist, beliau juga mereformasi aturan-aturan lama dalam menulis haiku.

Ciri khas dari Haiku sendiri adalah penggambaran deskriptif mengenai suatu kejadian atau peristiwa atau suatu keadaan secara objektif, dimana penulis tidak menunjukan emosi atas sebuah peristiwa melainkan membebaskan pembaca dalam menanggapi gambaran tersebut. Cukup sulit memang, karena penulis dituntut untuk menggunakan kosakata yang imajinatif. Namun pada dasarnya, dalam membuat haiku, penulis cukup menuliskan apa yang dia lihat dan mengekpresikannya dalam bentuk puitis. Inilah mengapa membuat haiku hampir sama dengan melukis sebuah pemandangan.

Haiku tidak hanya dikenal di Jepang, melainkan juga tersebar di daerah barat salah satunya di Amerika Serikat, dimana terdapat sebuah perkumpulan bernama Haiku Society of America yang bergerak dibidang perkembangan Haiku.

Haiku yang berkembang dibarat berbeda dengan haiku jepang. Perbedaan yang paling nampak adalah dalam penulisan. Dimana Haiku di jepang pada umumnya ditulis dalam satu baris, haiku barat menulisnya dalam 3 baris yang berpola 5-7-5. Hal ini tak lepas dari gerakan reformasi yang dipelopori oleh Shiki juga untuk memudahkan penulis dalam menentukan jumlah suku kata. Selain itu, ada juga beberapa penulis barat yang tidak mengikuti aturan suku kata namun masih menuliskannya dalam 3 baris.

Disini saya akan mencoba mendeskripsikan sebuah haiku berdasarkan apa yang dapat saya tangkap dari syair tersebut.

行春(ゆくはる)や 鳥啼(とりな)き魚(うを)の 目(め)は泪(なみだ)

Musim semi berlalu

Burung menangis dan ikan

Menitikan air mata

 

Dari Haiku ini, penulis menggambarkan sebuah momen perpisahan yang digambarkan dengan berlalunya musim semi. Lalu Burung dan Ikan sebagai penulis dan teman-temannya. Disitu pula terdapat kesedihan karena tidak dapat bertemu kembali (disini digambarkan sebagai perpisahan selamanya.)

Kalian juga bisa mendeskripsikannya berdasarkan sudut pandang kalian sendiri. Karena seperti yang telah dijelaskan, haiku merupakan gambaran peristiwa secara objektif.

2 pemikiran pada ““Haiku” Menulis Dengan Syair

  1. sebagai tambahan bahwa salah satu unsur penting dalam penulisan Haiku ialah terdapat 季語 (kigo), kata yang merepresentasikan suatu musim di Jepang. Kata tersebut bisa bersifat tersurat maupun tersirat dalam penulisannya. Adanya kata yang melambangkan suatu musim di Jepang bertujuan untuk membedakannya dari Senryuu. Haiku berkaitan dengan fenomena alam, sementara Senryuu berkaitan dengan aspek kemanusiaan atau emosi perasaan.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s