NOVEL MAIHIME KARYA MORI OUGAI

Mori Rintaro (林太郎) atau yang lebih dikenal sebagai Mori Ougai (森 鴎外) adalah novelis, penerjemah, kritikus, sekaligus dokter militer dan seorang birokrat. Lahir pada tanggal  17 Februari 1862 di kota Tsuwano, Provinsi Iwami (sekarang Prefektur Shimane) sebagai putra sulung Mori Shizuyasu (Mori Shizuo) dan Mineko dan meninggal 9 Juli 1922

Ketika ia berusia 11 tahun, ayahnya mengajaknya untuk pindah ke Tokyo. Pada tahun 1874, Mori diterima di tingkat persiapan sekolah kedokteran Dai Ichi Daigaku-ku Igakkō. Mori lulus sebagai dokter pada bulan Juli 1881 dalam usia 19 tahun, dan bekerja di Rumah Sakit Angkatan Darat Tokyo.

                Pada tahun 1884, Mori yang berusia 23 tahun diperintahkan belajar ke Jerman. Selama berada di Jerman, Mori tidak hanya belajar kedokteran militer, melainkan juga mendalami kesusastraan dan filsafat Barat di waktu luang. Kembalinya Mori ke Jepang diikuti dengan kedatangan seorang wanita Jerman bernama Elise Wiegert. Setelah tinggal bersama Mori di Jepang sekitar 1 bulan, Elise memilih pulang ke Jerman. Kisah kasih dengan Elise merupakan inspirasi bagi novel Maihime.

                Pada bulan Januari 1890, novel Maihime dimuat majalah Kuni no Tomo yang dilanjutkan pada bulan Agustus dengan Utakata no Ki (A Sad Tale) di majalah Shigarami Sōshi, serta Fumizukai (The Courier). Terutama novel Maihime benar-benar mengagetkan publik Jepang karena isinya mengisahkan percintaan orang Jepang dengan orang asing berkulit putih.

                 Novel Maihime ini merefleksikan kehidupan ‘Ota Toyotaro’ sebagai tokoh utama yang sebenarnya adalah Mori sendiri. Novel ini berdasar kisahnya saat menuntut ilmu di Jerman. Saat ia masih menempuh pendidikan di Universitas Berlin, Ota bertemu dengan seorang gadis bernama Elise didepan gereja tua. Elise saat itu sedang menangis sehingga Ota merasa iba dan menawarkan bantuan kepada Elise. Dari situ Ota menyadari bahwa Elise adalah seorang penari miskin yang baru saja kehilangan ayahnya dan terbekit hutang. Ota pun akhirnya memutuskan untuk membantunya, dan berkat itu ia semakin dekat dengan Elise dan juga keluarganya. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun karena suatu konflik dan kesalah pahaman, hubungan mereka tak lagi baik dan Ota terpaksa mengambil kontrak kerja dari temannya, Aizawa. Dan Ota meninggalkan Elise di Jerman saat Elise masih mengandung anak mereka. Karena hal itulah, hingga akhir hayatnya Ota masih merasa benci kepada temannya, Aizawa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s