Ginga Tetsudou no Yoru bagian 2

Yo!!! kali ini ada lanjutan dari artikel “Ginga tetsudou no Yoru” pada artikel ini berisi singkat cerita novel Ginga Tetsudou no Yoru. Bagi teman yang tertarik pada sastra semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

Sebelum ke Singkat ceritanya mari kita berkenalan lebih dekat pada penulisnya. Miyazawa Kenji adalah seorang sastrawan Zaman Kindai yang lahir pada tanggal 27 Agustus 1896 di Toyosama-cho, Hanamaki-shi, Iwate-ken. Pada tahun 1902 ia terserang batuk rejan dan masuk rumah sakit selama dua minggu. Pada usia 20 tahun dia untuk pertamakalinya menulis cerita anak-anak yang berjudul “Tantogawa”. Sejak usia 26 tahun, selain cerita anak-anak ia juga mulai produktif menulis sajak. Sajaknya yang paling terkenal adalah “Ame ni mo Makezu” yang berisi tentang keinginannya untuk tetap hidup agar dapat menebar manfaat bagi orang lain.

Diusia 32 tahun ia terkena radang paru-paru akut, sejak saat itu dia hidup sakit-sakitan. Dibulan September tanggal 21 pada usia 37 tahun ia meninggal karena Pneumonia. Karya karya lain Miyazawa Kenji yang populer antara lain: Kaze no Matasaburou, Sero Hiki no GOOSHUU dan Taneyamagahara no Yoru.

Giovanni adalah seorang laki-laki yang kesepian. Ayahnya pergi dalam pelayaran panjang untuk menangkap ikan, sedangkan ibunya sakit-sakitan. Karena itu, untuk makan sehari-hari Giovanni harus mengambil kerja paruh waktu seperti mengantarkan surat dan mengatur mesin cetak (Pada zaman itu belum ada mesin percetakan, jadi koran dicetak menggunakan alat seperti stempel. Setiap satu stempel melambangkan satu huruf, stempel-stempel tersebut disusun agar dapat membentuk suatu paragraf. Giovanni bekerja menyusun stempel-stempel itu.) sebelum Ia pergi sekolah dan setelah Ia pulang sekolah.

Akibat perannya sebagai tulang punggung keluarga, Giovanni tidak memiliki waktu untuk belajar maupun bermain dengan teman sebayanya. Hal itu menyebabkan Ia diejek dan dijauhi oleh teman-temannya. Satu-satunya teman yang Ia miliki hanyalah Campanella. Campanella adalah teman masa kecil Giovanni. Karena ayah Giovanni dan Campanella dekat jadi saat kecil mereka sering bermain bersama.

Di sekolah pada saat pelajaran IPA, Giovanni ditanya oleh gurunya “Apa yang dimaksud sebagai Galaksi Bimasakti?”. Giovanni tahu bahwa Galaksi Bimasakti terdiri dari bintang-bintang, namun Ia tidak dapat menjawabnya. Sang gurupun melempar pertanyaan yang sama pada Campanella, namun Campanella sengaja tidak menjawab untuk melindungi Giovanni dari ejekan teman-temannya lebih jauh lagi. Diakhir pelajaran guru tersebut menganjurkan seluruh anak kelas agar menghadiri Festival Bintang yang akan diselenggarakan sore ini.

Saat pulang ke rumah, Giovanni mendapati bahwa hari itu tidak ada susu sapi yang seharusnya sudah diantarkan ke rumahnya. Jadi, Ia pergi ke peternakan untuk mengambil susu sapi yang seharusnya menjadi makan malam Ibunya. Di peternakan Giovanni hanya menjumpai nenek tua. Ketika Giovanni meminta jatah susu sapi untuk Ibunya, nenek tua itu berkata tidak bisa menyediakan susu sapi tersebut sekarang. Nenek tua itu menyuruh Giovanni pulang dan kembali lagi nanti.

Sambil menunggu susu sapi untuk Ibunya siap, Giovanni berencana pergi ke Festival Bintang dengan mengajak Campanella bersamanya. Namun, dijalan Giovanni melihat Campanella sudah bersama teman sekelasnya. Mereka sepertinya akan pergi ke Festival Bintang bersana. Giovannipun mengurungkan niatnya.

Dijalan pulang Giovanni berpapasan dengan teman sekelasnya yang lain. Mereka mengejeknya dan mencela ayah Giovanni yang tidak pulang-pulang. Giovanni yang merasa sakit hati berlari menuju puncak bukit yang berada didekat kotanya. Diatas padang rumput Giovanni menjatuhkan tubuhnya, Ia berbaring menatap langit, menyelami galaksi yang terbentang dihadapannya. Tiba-tiba Giovanni berada diatas rel kereta, dengan kereta yang hampir menabraknya. Untungnya kereta tersebut berhenti tepat didepannya. Dari jendela luar Giovanni melihat Campanella, karena penasaran Iapun masuk ke dalam kereta dan duduk disebelah Campanella. Keretapun melaju membelah keheningan langit malam.

Kereta itu melewati bintang utara dan banyak bintang lain dalam perjalanan melintasi galaksi. Kedua anak itu menyaksikan banyak pemandangan menakjubkan dan bertemu dengan berbagai macam orang. Ada ilmuan yang sedang menggali pasir kristal putih untuk mencari fosil, seorang lelaki penangkap bangau yang dapat mengubah bangau tangkapannya menjadi permen, dan dua orang anak. Anak tersebut bernama Tadashi dan Kaoru. Mereka bercerita pada Giovanni  bahwa sebelum menaiki kereta ini awalnya mereka berada di atas kapal. Namun kapal tersebut  tenggelam setelah menabrak gunung es.

Saat melihat keluar jendela terlihat nyala api yang terang. Ternyata kereta sedang melewati The Flame of Scorpio. Kaoru jadi teringat sebuah cerita mengenai seekor kalajengking. Ada seekor Kalajengking yang selama hidupnya menyengat binatang lain untuk dijadikan mangsanya. Namun diakhir hidupnya kalajengking tersebut terpojok saat menghindari kejaran musang dan jatuh ke sebuah sumur. Kalajengking itu menyesal mengapa Ia tidak mengorbankan dirinya untuk hal yang baik. Kalajengking itu berpikir lebih baik Ia jadi makanan musang dari pada mati sia-sia jatuh ke sumur. Sang Kalajengking kemudian berdoa agar Ia bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain pada kehidupan selanjutnya. Akhirnya tubuh kalajengking itu meledak dan menjadi sebuah nyala api yang sampai sekarang masih bersinar terang ditengah kegelapan langit malam.

Pemberhentian kereta tersebut selanjutnya berada di Bintang Selatan. Di Bintang Selatan semua penumpang turun kecuali Giovanni dan Campanella. Giovanni berjanji pada Campanella bahwa mereka akan terus bersama dan bersumpah bahwa Dia akan meneladani Kalajengking yang ingin membawa kebahagiaan sejati untuk semua orang. Kemudian kereta itu melanjutkan perjalanannya.

              Akan tetapi saat kereta mendekati Coalsack (lubang gelap di langit) Campanella menduga disanalah tempat pemberhentian terakhir untuknya. Ia seperti melihat ibunya telah menunggu disana. Secara tiba-tiba Campanella menghilang dari kereta, meninggalkan Giovanni sendirian dalam keputusasaan.

              Saat tersadar Giovanni tiba-tiba berada di atas bukit. Ia menganggap petualangannya melintasi galaksi hanya sebagai khayalannya. Giovanni kemudian berencana untuk kembali ke peternakan mengambil susu sapi yang tadi dijanjikan oleh nenek tua. Diperjalanan pulang setelah mengambil susu sapi Giovanni berpapasan dengan teman sekelasnya yang sedang berlari. Ia diberitahu bahwa Campanella tenggelam di sungai saat ingin menolong temannya yang tercebur. Giovanni kemudian bergegas menuju sungai tersebut karena takut mimpinya tentang Campanella yang menghilang saat mereka menaiki kereta menjadi kenyataan. Disana ternyata sudah ada bapak Campanella yang sedang sedih karena tidak berhasil menyelamatkan Campanella yang tenggelam.

Ayah Campanella memberitahu Giovanni bahwa Dia telah menerima surat dari ayahnya Giovanni dan berpesan bahwa Ayah Giovanni akan segera pulang. Giovanni melanjutkan perjalanan pulang untuk menyampaikan kabar tersebut kepada Ibunya sekaligus membawa sebotol susu untuk makan malam. Diam-diam Giovanni tahu kemana Campanella pergi dan Giovanni bersumpah untuk tetap tegar menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s